Sunday, January 7, 2018

VA. Ost Si Juki the Movie (Single) [iTunes]

Wizzy kembali hadir dengan single terbarunya berjudul Around The World. Lagu bergenre EDM ini, diciptatakan oleh Uprising Music. Single Around The World ini pun menjadi salah satu soundtrack film animasi Si Juki The Movie : Panitia Hari Akhir. Di single terbarunya ini, Wizzy berkolaborasi dengan DJ Dexfa dan Clevt.
“ Lagu Around The World adalah lagu pertama yang saya yang dijadikan soundtrack film animasi. Ada perbedaan dengan soundtrack sebelumnya. Karena ini film animasi, jadi saya harus bisa membayangkan bagaimana tokohnya. Dalam menggarap single Araound The World ini, saya mendapatkan banyak pelajaran baru, dan senang bisa berkolaborasi dengan Dexfa dan Clevt,” ungkapnya.
Penyanyi legendaris Titiek Puspa terlibat dalam proyek film animasi "Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir". Ia didapuk menyanyikan soundtrack film produksi Falcon Pictures tersebut berjudul "Anti-Mainstream".
Bisa terlibat mengisi soundtrack film, dikatakan Titiek Puspa menjadi pengalaman menarik. Sebab disini ia menyanyikan lagu soundtrack tersebut dengan suara falseto.
"Saya nggak pakai suara asli, tapi pakai falseto. Suara saya kan rendah," ujar Titiek Puspa saat ditemui usai rekaman soundtrack film Si Juki, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, sengaja memilih suara jenis tersebut agar sesuai dengan karakter Si Juki. Si Juki sendiri adalah seorang laki-laki sementara lagunya dinyanyikan oleh wanita.
"Saya minta karena filmnya begini, jangan pakai suara asli saya. Nanti malah jadi rusak," ujarnya.
Suara falseto sendiri sering digunakan untuk memberi kesan lagu seolah-olah dinyanyikan oleh pria padahal yang menyanyikannya wanita. Begitu juga sebaliknya.
Sementara Faza, selaku pencipta komik Si Juki mengatakan, pemilihan Titiek Puspa disesuaikan dengan karakter Si Juki yang memang anti-mainstream

Wednesday, June 21, 2017

25 Senandung Islami

           Dalam bulan suci Ramadhan, Warner Music Indonesia kembali memberikan suatu persembahan yang Spesial. Yaitu dirilisnya album bertema lagu-lagu Islami secara digital. Album religi yang bertajuk “25 Senandung Islami” ini bukan sekedar kompilasi tembang-tembang bernuansa Islami pada umumnya. Album ini menarik untuk dimiliki dikarenakan track list di dalam album ini benar-benar disiapkan untuk semua golongan usia. Album ini berisikan lagu-lagu hits Islami dari era 70-an sampai dengan era 2000-an. Album yang akan resmi dirilis secara digial pada tanggal 26 Mei 2017 dan bertepatan dengan hari pertama umat muslim menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan memiliki kelebihan tersendiri antara lain, menikmati tembang-tembang syahdu Islami sekaligus bernostalgia dengan era-era 70 – 80an. Album 25 Senandung Islami bisa dibilang sebagai album kompilasi yang dipersembahkan sebagai album untuk keluarga.

Friday, March 18, 2016

VA. Melody Chrisye

               Bagi para penikmat musik tanah air khususnya para penggemar Chrisye, akan segera disuguhkan sebuah sajian menarik dalam bentuk album kompilasi bertajuk Melody Chrisye.
 Album ini menampilkan lagu-lagu hits dari almarhum Chrisye yang pernah dinyanyikan, yang tentunya album ini berisikan 10 lagu pilihan. Lagu utamanya di album ini ialah Aku Cinta Dia karya Vidi Aldiano.
Dalam album Melody Chrisye, terdapat salah satu lagu yang menjadi lagu favoritnya berjudul Kisah Insani. Lagu yang dipopulerkan oleh Chrisye bersama Vina Panduwinata pada tahun 1984 ini akan dibawakan ulang dengan format lebih fresh oleh Adly Fairuz dan Dian Anjani.

Thursday, March 17, 2016

VA. Best Cuts of Piyu

Mantan gitaris band Padi, Satriyo Yudi Wahono yang lebih dikenal dengan nama Piyu merilis album terbaru. Piyu membawakan ulang sebelas lagu terbaik yang pernah ia bawakan bersama Padi maupun saat solo. Album bertajuk Best Cuts of Piyu itu dirilis pada Rabu, 10 Februari 2016 dalam sebuah konser mini.
Piyu mengatakan album terbarunya ini merupakan penyegaran dari karya-karya yang pernah ia buat. "Usia karya saya sudah mencapai 15 tahun, perlu ada pembaruan agar tetap bisa dinikmati oleh generasi sekarang," kata Piyu di sela konser mininya di The Foundry SCBD, Rabu, 10 Februari 2016.
Lagu-lagu yang ada dalam album Best Cuts of Piyu ini sudah tak asing lagi di telinga. Sebut saja lagu Harmoni, Rapuh, Mahadewi, Begitu Indah, hingga Menanti Sebuah Jawaban. Piyu membuat sejumlah perubahan dalam aransemen musiknya.
Ia juga menggandeng penyanyi-penyanyi baru jebolan ajang pencarian bakat untuk ikut serta menyanyikan lagu ciptaannya itu. Mereka antara lain Barsena jebolan Nez Academy, Ferdinand Pardosi dan Agseisa dari The Voice Indonesia, juga Sandhy Sandoro dan Bisma Smash.
Album ini diproduksi oleh MDG Music Production bersama Target Pop. Piyu diproduseri oleh Kunto Handoyo yang juga sahabat lamanya. "Ide merekam kembali lagu-lagu saya dicetuskan oleh Kunto Handoyo pada September 2015 lalu," kata Piyu.
Untuk album ini,Piyu sengaja memilih lagu-lagu yang mewakili genre musik anak muda masa kini yang mudah dicerna dan sederhana. Para penyanyi muda yang digandeng Piyu pun memberikan warna baru pada lagu yang sudah lekat dengan karakter Fadli, mantan vokalis Padi, itu.

Friday, January 29, 2016

VA. Dreams (Original Motion Soundtrack)

               Film DREAMS bercerita tentang perjalanan seorang remaja putri yang mempunyai talenta bernyanyi, tetapi masih kurang percaya diri dengan talenta yang dimilikinya.
Film ini diproduksi oleh Menara Pictures dan disutradari oleh Guntur Soeharjanto yang sukses dengan film box office 99 Cahaya Di Langit Eropa dan Assalamualaikum Beijing.
Album soundtracknya nanti terdiri dari 10 lagu di mana lima di antaranya secara khusus dibawakan oleh Fatin. Album soundtrack tersebut juga tampil berwarna dengan persembahan lagu dari band Krosboi, Soulvibe, dan Numata.
Lagu-lagu dalam album tersebut disajikan beriringan dengan jalan cerita film yang menginspirasi generasi muda untuk berani mewujudkan mimpi dan meraih cita-citanya.

Wednesday, January 13, 2016

VA. Indonesia Reggae Sound

Indonesia Reggae Sound hadir sebagai sebuah album yang menyatukan beragam musisi reggae dalam satu wadah kompilasi. Visi dari kompilasi ini menurut Reinhard dari Offbeat Music Indonesia, adalah untuk membuktikan bahwa aliran musik jenis ini bisa punya taji dalam industri musik nasional, bahkan dunia.
Kompilasi Indonesia Reggae Sound menampilkan 12 band reggae yang dipilih lewat saringan dari Off Beat Music Indonesia. Mereka terpilih dari 100 band yang daftar kompilasi yang dikirim baik lewat email, pos, maupun dikirim langsung ke kantor Offbeat Music Indonesia.
Keberagaman adalah hal unik dari kompilasi ini. Beragam band hadir dengan balutan musik dan lirik yang unik. Seperti Day afternoon lewat balutan keroncongnya, pemaparan keindahan Saburai oleh Teh Manis serta Lombok oleh Amtenar dan Surajak oleh Samalona yang sangat kuat untuk menarik pendengar manca negara untuk mengenal Indonesia.
Ada pula materi soulful dari D’Jenks dan Jamie Aditya, lirik nakal oleh Braves Boy dan Boys and Roots, lirik satir dari Tropical Forest, serta kegilaan reggae disco dari Gangstarasta dan balutan pernyataan satu frekuensi dari Souljah serta lirik cinta manis dari Big Wave membuat kompilasi ini sangat kuat dan kaya secara materi.

Friday, June 5, 2015

VA. Guitarfriends (Love, Story & Passion)

Guitar Friend (Love, Stories & Passion) sebuah album apik dari para gitaris kota gudeg "Jogja" yang dahulunya berkumpul di studio legendaris "Alamanda". Dimana album ini dimeriahkan oleh Eross Candra "Sheila On 7", Pongki Barata, Uki, Ardi Dzi, Nuza, dkk.

Album ini dibuat untuk merayakan reuninya kembali warga Studio Alamanda.  Album ini diberi judul Guitarfriend karena dua kata inilah yang membuat Studio Alamanda ‘hidup’. Musik dan persahabatan.

Love , Stories and Passion adalah penjabaran dari aktifitas yang terjadi di studio Alamanda dulu. Kecintaan pada music, cerita-cerita semasa berkumpul dulu, the ups and downs..dan juga passion akan music dan cita-cita pribadi yang lain yang menjadi tujuan setiap individu. Semua lebur menjadi satu di studio Alamanda .

Mengenai pengisi album ini bisa dilihat masing-masing di alamandacorner.com
Irama gitar dari Eross Candra (SO7) yang  jarang sekali menunjukkan sisi liarnya sebagai gitaris di luar band nya. Grup pop rock The Rain pun ternyata memiliki Iwan Tanda, gitarisnya, yang mampu memainkan musik rock dengan nuansa blues yang kental.

Reuni Pongki Barata dan Aji Mirza Hakim (Icha) , keduanya mantan personil Jikustik, melantunkan lagu Kawan Aku Pulang , yang liriknya bercerita tentang studio Alamanda itu sendiri, dengan nuansa ukulele.

Uki, seorang mantan pengajar gitar di Studio Alamanda, memainkan gitarnya dengan apik sekali di lagu Talking to you, memadukan electric gitar dan nylon.

Back to December, sebuah lagu karya Ardi Dzi (Mondayz) yang dimainkan dengan gagah. Rekan satu band nya Mazbay (yang juga gitaris Bagaikan) tak mau kalah dengan lagu gaharnya  Ancient Alien.  Drop D ! Dory gitaris Endank soekamti keluar dari pola permainan yang biasa di grupnya, dengan lagu The night Animals.

Aris Bluesman membawa kita pada era kejayaan 90 an dengan lagu Circle. Harsha Tanjung mantan gitaris band  Nuance dulu, yang kini memilih berkarir di balik layar sebagai manajer Captain jack ,membawakan lagu The Day.

Band Newdays yang kini tengah vakum dan bermetamorfosa menjadi Everlong, menyumbangkan 2 gitarisnya Awan Herna dengan lagu Eternity yang banyak menggunakan nylon dan Tomo Widayat tampil dengan lagu Sentimental Twilight, menyayat tapi mengena di hati.
Tama Wicitra tampil dengan arransemen kekinian, penuh nuansa digital dengan Salamander. Sementara Julia vokalis LaQuena turut menyumbang suara dengan lagu Melawan Perih yang ia ciptakan bersama Pongki Barata.

Diar dan Nuza dari grup Zues, meyajikan lagunya masing-masing. Kegemaran Diar terhadap motor ditumpahkan pada lagu rock Road To Nowhere. Sementara Nuza menggempur dengan The Kryptonian, diinspirasikan dari kisah Superman.
Garry Mailangkay rekan satu band Julia juga turut menghentak sexy dengan Blessed in Istanbul..

Tak bisa berbanyak kata lagi…selamat menikmati!

Monday, May 18, 2015

VA. Filosofi Kopi (Original Motion Picture Soundtrack)

Kalau buat rekan semua yang telah menonton film "Filosofi Kopi" sangat disayang bilang belum mendengarkan lagu soundtrack, dimana lagu-lagu dibuat sangat apik banget oleh para penyanyi papan atas salah satu "Dee Lestari", "Glenn Fredly" juga  "MALIQ & D'Essentials".

Selamat Menikmati.

Saturday, March 14, 2015

VA. The Power Of Dance 2015

Album kompilasi yang di keluarkan oleh Nagaswara secara digital. Kompilasi tersebut kumpulan single dangdut, dangdut remix terbaru dari para penyanyi yang dibawah label Nagaswara.
Pada album tersebut terdapat 14 lagu.

Selamat menikmati

VA. Hot Single Dangdut 2

Sebuah album kompilasi kumpulan single dangdut dari para penyanyi yang bernaung dibawah label Nagaswara.
Album kompilasi ini berisi 12 lagu, termasuk lagu dari Fitri Carlina bersama Saiful Jamil yang berjudul "Suka Sama Suka", juga lagu dari Hesty yang berjudul "Klepek Klepek".

Selamat menikmati.

Friday, March 13, 2015

VA. Dangdut Hot Mix Chop

Sebuah kompilasi lagu - lagu remix dangdut dari para artis yang bernaung di label Nagaswara.
Album tersebut berisi 17 lagu, album ini dirilis via digital.
Selamat menikmati.

Wednesday, March 4, 2015

VA. Masa Kecil Yang Indah

            Saat ini, hampir tidak ada label rekaman yang memproduksi album anak-anak. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2014, NAGASWARA merilis sebuah album anak-anak berjudul “Masa Kecil Yang Indah.” Inilah sebuah album dengan konsep modern yang penuh warna.

Album ini berisi 13 buah lagu yang dinyanyikan oleh tiga penyanyi cilik NAGASWARA; Qezzhin, Keyne Stars dan Keysha.  Yang menarik, tentu saja ada 4 lagu yang mereka nyanyikan diciptakan oleh pencipta lagu anak-anak, Papa T. Bob. Namun, konsep lagu Papa T. Bob kali ini berbeda jauh dari lagu-lagu yang diciptakan di paruh tahun 1990-an.

“Di album ini, lagu-lagu Papa T. Bob misalnya dihadirkan dengan rasa hip hop dan ditambah sentuhan musik elektronik dance,” kata DJ Roy yang banyak terlibat dalam penggarapan album ini.

Qezzhin yang merupakan penyanyi utama dalam album ini, tampil dengan lagu-lagu “funky dubstep”.  Lewat single “Laguku Dubstep” misalnya, Qezzhin harus menyesuaikan tempo bernyanyi yang cepat. Hal yang sama juga dilakukan di beberapa nomor lainnya.

"Aku ingin menyanyikan lagu dubstep, pertama sulit sekali. Tapi sekarang mudah saja,” ungkap gadis cilik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 25 Oktober 2006 ini polos

Lewat album ini, NAGASWARA berharap dapat memberikan sajian lagu kepada anak-anak sesuai usia mereka, dan tidak ketinggalan dengan musik-musik modern.
Sumber: nagaswara.co.id

Sunday, November 23, 2014

VA. Fariz RM & Dian PP In Collaboration With

"FARIZ RUSTAM MUNAF" dan "DIAN PRAMANA POETRA" adalah dua nama besar dalam industri musik Indonesia. Dalam bermusik, mereka lahir, berkembang, dan menjadi besar dalam masa yang hampir bersamaan. Fariz lahir sebagai ‘anak ajaib’ yang mampu menghasilkan musik progresif dimasanya, yang mengundang decak kagum karena hasil karyanya bisa maju melampaui masa. Lewat album SAKURA yang fenomenal itu, namanya melambung dan konsisten menghasilkan album laris sampai awal 90an. Sementara itu, Dian lahir dari ajang LOMBA CIPTA LAGU REMAJA PRAMBORS yang kemudian mantap sebagai penyanyi dan komposer handal. Sederet karyanya menjadi hits besar lewat tarikan suaranya ataupun penyanyi-penyanyi lain sepanjang era 80an sampai awal 90an.

Maka strategipun harus dipikirkan untuk memberi ‘panggung’ kepada para pelukis sejarah musik kita. Satu yang coba ditawarkan SENO M. HARDJO dari TARGET POP adalah membawa FARIZ RM & DIAN PP lebur ke dalam kumpulan mereka-mereka yang masih segar dan ranum dalam industri musik hari ini. Lewat album berjudul FARIZ RM & DIAN PP IN COLLABORATION WITH, karya-karya Fariz & Dian ‘dilukis ulang’ oleh sederet nama populer saat ini seperti SAMMY SIMORANGKIR, FATIN SHIDQIA LUBIS, GLENN FREDLY, CITRA SCHOLASTIKA, MALIQ & D’ESSENTIALS, SANDY SONDORO, INDAH DEWI PERTIWI, dan masih banyak lagi.

Meleburkan mereka dalam karya bersama memang bukan pekerjaan mudah. Trend musik sudah berganti, apa yang dihasilkan Fariz & Dian 30 tahun lalu mungkin akan terdengar ‘usang’ untuk telinga mereka yang lahir di era ini. Merekonstruksi ulang aransemen dan intepretasi penyanyinya sesuai trend mungkin akan ‘memanjakan’ pendengar saat ini, tapi bisa-bisa justru membuat penikmat versi original menjadi tidak ‘berselera’.

Monday, October 27, 2014

VA. Pongki Barata Meets The Stars

"Pongki Barata" kembali merilis album keduanya. Didukung sejumlah musisi berbakat tanah air, Pongki mengeluarkan album kolaborasi bertajuk "Pongki Barata Meets the Stars".
Sederet musisi ternama digandeng dalam pembuatan album baru suami Sophie Navita ini. Sebut saja Tulus, Kotak, Mike Mohede, Endah N’Rhesa, Lea Simanjuntak, dan Baim. Mereka didaulat untuk menyanyikan kembali lagu-lagu ciptaan Pongki, seperti "Seribu Tahun Lamanya", "Setia", dan "Seperti Yang Kau Minta".
Selain itu, mantan vokalis dan gitaris Jikustik ini juga memasukan tiga lagu terbarunya di album keduanya. Dalam lagu terbarunya tersebut, Pongki mengajak serta sang istri untuk berduet. “Konsep itu memang ada, saya siapkan sendiri sejak lama. Ada lagu yang sudah ready juga dan kebetulan penyanyinya siap,” ujar Pongki.
Ide untuk membuat sebuah album kolaborasi diakui Pongki terbersit sejak satu tahun silam. Namun, proses pembuatan album tersebut tergolong cepat, hanya memakan waktu empat bulan.
“Konsep album ini sudah saya siapkan sejak lama. Persiapan empat bulan, tapi dari setahun lalu juga sudah disiapkan. Untuk album ini harus punya nilai jual, ini menantang kreativitas, aku jadi produser dan song writer, kesempatan nggak datang lagi,” jelas pria 36 tahun tersebut.
Beruntung, para musisi yang terlibat merespon positif ajakan Pongki untuk mengisi albumnya. Namun, yang tersulit adalah mengatur jadwal para musisi tersebut untuk merekam suara mereka, mengingat mereka mempunyai jadwal yang cukup padat.

Sunday, October 12, 2014

VA. Simfoni Tempo Doeloe

"Simfoni Tempo Doeloe" mengajak pendengar untuk berjalan kembali ke masa lalu melalu karya musisi di masa lampau. Dengan gerakan simfoni yang kaya akan harmoni dan emosi, "Simfoni Tempo Doeloe" merepresentasikan tembang masa lalu dengan gaya kontemporer yang memikat hati.
Sumber: batikkeris-indonesia

Monday, October 6, 2014

VA. 12 Lagu Populer '86

Sebuah album yang berisi12 lagu terpilih yang salah satunya akan mewakili Indonesia di ajang Festival Lagu Populer tingkat Asia Tenggara ke V. Ke-12 lagu tersebut adalah lagu-lagu dengan angka penjualan tertinggi.

VA. 12 Versi Madu & Racun Melanda Dunia '85

                     Lagu MADU & RACUN dari BILL & BROD benar-benar menghentak permusikan Indonesia di tahun 1985. Berbagai versi dibuat. Beberapa lagu juga mengekor, baik iramanya maupun judulnya.
Dan ini salah satu dari booming MADU & RACUN. Dibuatlah lagu ini versi mancanegara.
Kalau belum mendengar album ini mungkin dipikir iramanya tetap seperti aslinya dengan lirik diterjemahkan ke berbagai bahasa. Namun, rupanya musiknya pun dibuat berbeda.

Thursday, October 2, 2014

VA. Indonesian Power Metal Compilation

Sebuah kompilasi apik dibawah naungi label Indonesia Old School Metal, yang bertajuk "Indonesian Power Metal Compilation". Dimana album kompilasi ini kumpulan dari band - band power metal se-Indonesia. Album ini berisikan 2CD, pada CD pertama berisi 10track sedangkan CD kedua berisi 9track.
Band-band tergabung dalam kompilasi tersebut sebagai berikut: Lord Symphony (Band yang mengeluarkan album terbarunya pada tahun 2014, yang berjudul "The Lord's Wisdom"), Lentera, Blodwen, Garuda Force dll.
Selamat Menikmati

Friday, June 27, 2014

VA. Anugerah Terindah dari Sheila On 7

"Sony Music Indonesia" merilis album kompilasi bertajuk "Anugerah Terindah dari Sheila On 7".

Album ini berisi 16 lagu terbaik dari Sheila On 7. 5 lagu di antaranya dibawakan kembali oleh 5 penyanyi berbeda, yaitu Marcello Tahitoe (Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki), Astrid (Berhenti Berharap), XO-IX (Dan), Gamaliel Audrey Cantika (Seberapa Pantas) dan Lana Nitibaskara (Sahabat Sejati).

Album "Anugerah Terindah dari Sheila On 7" ini sudah bisa diunduh melalui iTunes melalui tautan https://itunes.apple.com/

Friday, June 6, 2014

VA. Lasting Fun, Forever Young (Indonesia Indiepop Scene Vol.II)

Kompilasi yang berjudul "Lasting Fun, Forever Young (Indonesia Indiepop Scene Vol.II)". SEA INDIE mengumpulkan para  indiepop Indonesia dengan bahwasanya menangkap  kenangan hari-hari riang pemuda kita, seperti buku tahunan yang bercerita langsung selama remaja.
Kompilasi ini di prakarsai oleh SEA INDIE, sebuah Record Label Indiependent Non-Commercial dari Bangkok, Thailand.
Ada 19 band yang ikut andil dalam kompilasi ini seperti Jirapah, Talking Coasty, Adhitya Sofyan, Afternoon Talk dan lainnya.
Sumber : www.seaindie.com