Tuesday, January 13, 2015

Bottlesmoker - Hypnagogic

Akhirnya setelah sekian lama terjun di belantika musik Indonesia, Bottlesmoker untuk kali pertama mengeluarkan rilisan fisik karya mereka dalam bentuk CD. Sebelumnya duo elektronik ini hanya mendistribusikan karya mereka dengan sistem file sharing yang dititipkan di beberapa netlabel lokal ataupun internasional.
Album keempat mereka, 'Hypnagogic' inilah yang nantinya akan dirilis bentuk fisiknya. Kabar tersebut diperoleh ketika Angkuy dan Nobie mengunggah foto boxset album Hypnagogic di akun resmi Instagram Bottlesmoker. Sebenarnya album Hypnagogic ini sendiri sudah mereka rilis  pada tahun 2013 namun bukan dalam bentuk rilisan fisik melainkan hanya dapat diunduh secara gratis di situs resmi Bottlesmoker. Album ini juga bekerjasama dengan sebuah netlabel asal Jepang, Dystopiaq. Berkat kerjasama dengan Dystopiaq, album Hypnagogic sampai saat ini telah di unduh kurang lebih sebanyak dua ribu kali.

Marsh Kids - The Many Failings of Bugsy Moonblood

"Marsh Kids" adalah Ade Firza Achmar Paloh (vokal/Sore), Sigit Pramudita (gitar/tigapagi), Billy Saleh (gitar/Polka Wars), M. “Gonzo” Fahri (kibor/Duckdive), Binsar Tobing (bas/San Teletone), dan Deva (Polka Wars). Binsar adalah kawan Ade ketika kuliah di Amerika Serikat. Sigit sudah sejak lama sering bantu-bantu Sore manggung. Begitu juga Billy dan Deva.

Bisa dibilang Marsh Kids menyatukan musikus indie lintas generasi berhubung ada jarak waktu yang lumayan jauh di antara karya mereka.

Namun, dalam The Many Failing of Bugsy Moonblood, para personel Marsh Kids yang berbeda latar belakang itu justru tak mencoba membawa warna khas dari grup utama mereka. Ade Paloh bisa keluar dari pakem-pakem Sore yang kompleksitas progresinya hampir menyamai The Beatles. Begitu juga Sigit. Tak ada pentatonik dari gitar nylon akustik yang biasanya ia mainkan di Tigapagi. (Baca: Lukisan Gua Pra-Sejarah Terinspirasi Suara)

Setiap lagu dalam Many Failings menawarkan warna berbeda. “Ada banyak perubahan mood karena dikerjakan dalam waktu yang panjang,” kata Deva. Materi-materi dalam album dibuat dan direkam sepanjang 2011-2013. “Banyak lagu yang sudah jadi, baru kami cari cara memainkannya dalam format band,” ujar Deva. Salah satunya, single mereka Molly May yang ditulis Ade Paloh bersama dengan Ramondo Gascaro. (Baca: Ini 6 Selebriti Berbakat yang Mematikan Kariernya)

Monday, January 12, 2015

Poppy Mercury - Album Collections

Poppy Yusfidawaty atau Poppy Mercury (lahir di Bandung, 15 November 1973 - meninggal diBandung, 28 Agustus 1995 di usia 21 tahun) adalah penyanyi rock Indonesia. Ia populer lewat lagu Surat Undangan yang populer di era 1990-an. Namun pada tahun 1995 pada saat kariernya sedang di puncak ia meninggal akibat komplikasi Maag, Bronchitis/radang tenggorokan atau yang lebih dikenal dengan diphteri dan Rematik di RS. Hasan Sadikin, Bandung. Poppy Mercury meninggal pada tanggal 28 Agustus 1995.

Music Everywhere feat Kahitna - Cerita Cinta

Artist: Kahitna
Title Of Album: Cerita Cinta
Year Of Release: 2013
Frame: 1280x720
Audio: AAC 44100Hz stereo
Quality: mp4, MPEG4 Video (H264)

Music Everywhere Feat Kahitna - Cantik

Artist: Kahitna
Title Of Album: Cantik
Year Of Release: 2013
Frame: 1280x720
Audio: AAC 44100Hz stereo
Quality: mp4, MPEG4 Video (H264)

Kahitna - Aku Punya Hati

Artist: Kahitna
Title Of Album: Aku Punya Hati
Year Of Release: 2011
Frame: 640x360
Audio: AAC 44100Hz stereo
Quality: mp4, MPEG4 Video (H264)

Bonita & The Hus Band - Small Miracles

"Bonita & the hus BAND" (BNTHB) Telah merilis album resmi pertama mereka berjudul “Small Miracles” , setelah sebelumnya pd tahun 2009 dan 2010 pernah memproduksi mini album sebagai souvenir dalam keikutsertaan BNTHB pd acara Indie-Asia-2009 dan Mosaic Music Festival-2010 di Singapura.
Album yang mulai direkam pada pertengahan tahun 2013 ini ini mengambil format dasar studio live recording. Bintang Indrianto didaulat sebagai penata suara dan rekaman yang dilakukan di Coda Studio ini. Beberapa pemain tambahan membantu aktualisasi lagu-lagu BNTHB ini: Andie Jonathan Palempung (piano, keyboards), Dudi Prastowo (electric bass) dan Bintang Indrianto (electric bass), juga para penyanyi tambahan sebagai backing vocals yaitu: Salima Hakim, Mian Tiara, DavinaRaja, dan Arthur Wongkar.
Album “small miracles” berisi 12 lagu yang merupakan kumpulan karya awal BNTHB. Selain sebagai bentuk dokumentasi audio, album ini ditujukan kepada para pendengar musik lebih luas agar mengenal rasa dan semangat musik BNTHB: “total, kuat, riang, dan menyenangkan”.

Letto - Best of The Best (iTunes)

Album yang berisikan kumpulan lagu - lagu dari band "Letto" yang terpopuler di masyarakat. Album ini dirilis via digital (iTunes) oleh label Musica.

Saturday, January 10, 2015

NOAH - Second Chance

Noah meluncurkan album terbarunya bertajuk 'Second Chance'. Bagi personel Noah yang terdiri dari Ariel, Lukman, Uki dan David, album teranyar mereka memiliki makna yang sangat mendalam.

Second Chance yang disematkan menjadi judul album ini mengandung makna 'kesempatan kedua itu benar ada'. Judul album tersebut juga sekaligus menjadi cerminan perjalanan band di bawah Musica Studio ini.

Di album ini kesempatan kedua mereka wujudkan dengan menggarap lagi lagu-lagu yang dulu ada di album-album Peterpan.

Tik! Tok! - Page 160

             Satu lagi talenta dari tanah Jogja yang berhasil merilis album penuh perdananya. Adalah Tik Tok, trio yang melabeli diri sebagai band folk ini merilis album bertajuk Page 160. Band yang beranggotakan Dita Permatas sebagai lead vocal, Danang Joedodarmo dan Ajityo Soeprijadi pada gitar ini terbentuk pada akhir 2012, setelah sebelumnya bernama MDZ.

Lewat album Page 160, Tik! Tok! mencoba berbagi pesan tentang “empowerment & self-acceptance” yang berangkat dari keresahan tentang definisi normal yang kerap dipaksakan. Lirik yang disuarakan berasal dari kisah tentang dua orang dengan latar belakang berbeda, namun punya keresahan yang sama.

Andien - Let It Be My Way

Setelah dua tahun tak merilis lagu baru, penyanyi Andien kembali meluncurkan album baru bertajuk 'Let It Be My Way'. Dalam album ini, pelantun Gemintang tersebut menunjukkan sisi dirinya yang apa adanya.
'Let It Be My Way' merupakan album keenam Andien. Sekaligus penanda, bahwa ia telah berkarier selama hampir 15 tahun.
Ada 11 lagu baru dalam album tersebut, lima di antaranya merupakan lagu daur ulang dari penyanyi lain. Seperti Satu yang Tak Bisa Lepas milik Reza, Astaga dari Ruth Sahanaya, serta Jadikan Aku Pacarmu milik Sheila On 7. "Saya berusaha menantang diri saya dengan menyanyikan lagu yang sudah menjadi ikon pada masanya," tutur Andien.

Tak hanya itu, enam lagu di albumnya juga dijadikan soundtrack oleh empat film, yaitu Hijab, Doea Tanda Cinta, Mantan Terindah, dan Merry Riana. Andien bercerita, setelah para produser dan sutradara mendengarkan lagunya, mereka langsung meminta untuk dijadikan soundtrack filmnya.

Meski 'Let It Be My Way' hanya dikerjakan sekitar empat sampai lima bulan, namun Andien mengaku album ini yang paling membuatnya stres. Sebab di sini ia juga berperan sebagai produser. Pemilik suara lembut ini berharap, semua orang dari berbagai umur bisa menikmati lagunya.

Friday, December 26, 2014

Dried Cassava - Sensitive Explosive

Berulang kali kita dicekoki oleh kalimat “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Seakan nggak lelah para motivator semacam Papah Mario mengajak untuk menjadi lebih mantap. Tapi bisa jadi kalimat tersebutlah yang memotivasi Dried Cassava, band alternative rock dengan nuansa blues dan funk asal Jakarta. Lewat album ke-2 yang diberi nama Sensitive Explosive, Dried Cassava menunjukkan musik mereka yang secara signifikan berbeda dengan album pertamanya, Mind Thieves (2011). Lebih menyenangkan!

Bondan Prakoso - Generasiku [EP]

Setelah memutuskan untuk berkarir solo Bondan Prakoso siap merilis mini album Generasiku usai lebaran. Album ini merupakan perwujudan apa yang ada di otak dan hati Bondan, karena dia mengerjakan sendiri album tersebut.

 Sebagai solois Bondan merasakan beban yang lebih berat karena melakukan semuanya sendiri. Namun, hal itu menjadi proses yang dinikmatinya.

"Ada perasaan beda aja, karena ada 4 fase yang pernah aku lewati. Pas najdi penyanyi anak-anak, bokap yang produce. Fase bareng Funky Kopral itu aku ngeband, fase ke tiga sama Fade2Black, fase keempat solo. Semua punya sistem kerja yang berbeda. Solo aku jadi aku produser, syuting video klip sendiri. Bedalah nggak bisa disamain setiap prosesnya," tegasnya.

Kotak - Rock N Love

           Band Kotak berubah haluan. Tak hanya di dunia musik, Tantri cs kini unjuk kebolehan dalam akting di sebuah film. Judulnya Rock N Love, garapan Hedy Suryawan.

Seolah menguji bakat di dunia akting, band yang digawangi Tantri, Chua dan Cella itu tampil maksimal dalam film yang 70 persen ceritanya diangkat dari kisah mereka. Hasilnya, memuaskan.

Sementara itu, Tantri bercerita bahwa 70 persen cerita mengangkat kisah perjalanan band dan percintaan band Kotak sendiri. Sementara sisanya merupakan cerita fiksi. Dalam film tersebut, Kotak beradu akting dengan Deni Sumargo, Vino G Bastian, Choki Netral dan lainnya.

Berikut album soundtrack dari film yang megisahkan tentang band kotak ini. Dalam salah satu singlenya band kotak menggandeng musisi papan juga, yang tak lain Pay dan Eross.

Selamat menikmati.

Sheila On 7 - Musim Yang Baik (iTunes)

Sheila On 7 akhirnya merilis album terakhir mereka di bawah bendera Sony Music Indonesia. Sebuah album yang mengakhiri perjalanan panjang delapan album bersama salah satu label rekaman paling besar di Indonesia.

Jika album sebelumnya Eross berusaha memasukkan suara dua gitar meski tanpa Sakti, kini dia lebih menonjolkan suara satu gitar saja. Hal ini membuat musik Sheila kali ini terdengar sederhana namun matang. Mereka membuat musik yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan penggemarnya langsung dalam konser.

Album ini sebenarnya sudah mereka kerjakan sejak tahun 2012. Karena satu dan lain hal, "Musim yang Baik" baru dirilis pada tahun ini.

16 tahun di bawah naungan label besar tidak membuat Sheila menjadi band "manja". Mereka justru semakin kuat. Seperti remaja yang berusia 16 tahun, Sheila tertarik dengan hal-hal baru yang menantang. Singkatnya, mereka memutuskan sebagai band independen setelah keluar dari label mayor.

Duta sempat menjelaskan, kalau pun mereka akhirnya menempuh jalur independen, itu adalah hasil pertimbangan yang matang. Duta menggambarkan Sheila bukan secara "bodoh" akan masuk ke dunia yang tidak diketahuinya. Tetapi dengan pengalaman yang matang, Sheila sudah mengetahui medan industri musik. Jalur apapun yang dipilih Sheila nantinya, itu adalah pilihan yang telah dipertimbangkan masak-masak.

Dari segi kemasan album, tampak bahwa yang terakhir dipersiapkan sebaik mungkin. Sheila menunjuk desainer asal Yogyakarta, Farid Stevy Asta -orang yang juga membuat logo baru PT KAI- untuk menggarap artwork album. Teks lagu dicetak per lembar, lengkap dengan gambar interpretasi desainer terhadap masing-masing lagu

Gambar sampul yang didominasi rangkaian bunga yang bermekaran seolah menyiratkan kematangan Sheila sebagai sebuah band yang sudah "jadi". Band yang sudah mekar dan mewangi.

Album "perpisahan" Sheila dengan labelnya ini diisi sepuluh tembang. Tentu bukan sembarang tembang yang dipilih. Mengutip pernyataan Duta, "Album perpisahan harus keren lah".

Judika - Hati & Cinta

Setelah sukses dengan album sebelumnya, penyanyi Judika Nalon Abadi Sihotang alias Judika Idol merilis album terbarunya bertajuk 'Hati & Cinta'. Menurutnya, lagu di dalam album ini merupakan curahan hatinya kepada orang-orang tercinta.

Selama bulan Januari 2014, Pria berusia 21 tahun ini mengaku melakukan writing camp di Kennel Music, Swedia. Dimana lokasi tersebut merupakan pencetak rekor hit populer musisi di dunia.

Menurutnya, hampir 80 persen pembuatan albumnya dilakukan di Swedia bersama beberapa musisi yang di sana. Sedangkan 20 persennya dilakukan di Indonesia, bersama Badai 'Kerispatih', Pay, dan Alam Urbach.

"Sebenarnya 10 lagu, tapi di akhir-akhir minta 2 lagu tambahan yaitu 'So Beautiful' dan akustik 'Apakah Ini Cinta'. Sepenuhnya dilakukan sendiri sama aku," ucap Judika.

Sementara itu, Managing Director Sony Music, Alexander Sancaya mengaku mendukung kembali di album terbaru Judika kali ini, dengan mengandeng musisi di Swedia.

"Judika memiliki potensi yang hebat dan memiliki peluang besar secara global. Untuk itu, kami menunjuk Hayden Bell, Head of A&R Sony Music Asia Pacific dan seoiang music executive yang sukses melahirkan artis-artis ternama dunia," kata Alexander.

Wednesday, December 24, 2014

Boomerang - Harmonis Tidak Seragam

Sukses dengan album “Reboisasi” yang rilis pada tahun 2012 lalu, kini band Boomerang kembali berkarya lewat album barunya yang berjudul “Harmonis Tidak Seragam”.

Album yang dirilis tepat pada 1 Juni 2014 ini berisi 14 materi lagu baru, dan digarap dengan warna musik dan sound yang agak berbeda dengan album-album Boomerang sebelumnya. Perpaduan antara Rock, Grunge, Ballad dan alternative mendominasi lagu-lagu di album Boomerang terbaru ini, baik dari sisi Sound, lirik maupun beat semuanya terasa lebih berbeda dan lebih modern

Menurut Faried Badjeber sang penggebuk drum, album ini merupakan album kedua Boomerang setelah album “Reboisasi” diluncurkan 2012 lalu. Sementara menurut Henry ini adalah album ke-10 sejak pertama kali band rock asal Surabaya ini didirikan tanpa memandang pergantian personil di dalamnya.

Dilansir dari Okezone, Minggu (5/10/2014), band yang digawangi oleh Hubert Henry Limahelu (Bass & back vocal), Faried Badjeber (Drummer), Tommy Maranua (Gitaris) dan Andi Babas (Vokalis) itu ingin menyampaikan pesan peduli lingkungan, sosial dan politik tanah air kepada generasi muda melalui album ini dengan tidak meninggalkan musik rock-nya yang khas.

Sementara itu, lagu-lagu “ringan” alias slow bertema cinta dan kenangan akan membuai para pendengar dengan tempo yang lebih lambat tapi tetap ngerock seperti tembang “Headphones”, “Biarkan”, “Kotaku, Hilang”, “Motor Tua”, “Segelas Kopi”, “Buaikan Aku” dan tentu saja tembang andalan di penghujung album, “Tetapkanlah Hatimu”.

Untuk single pertama, Boomerang bersama RMV sepakat untuk merilis single “Tetapkanlah Hatimu”. Single yang cukup easy listening tersebut dirilis dengan tujuan untuk mencapai segmen pasar yang lebih luas lagi. Bila didengarkan dengan seksama,  lagu yang bertema cinta ini sangat terasa sekali luapan emosi dan totalitas para personil Boomerang dalam menggarap lagu tersebut.

Sunday, December 21, 2014

The Best Collection of Kerispatih (iTunes)

Sebuah album "The Best Collection of Kersipatih" yang di rilis via digitalnya (iTunes). Album ini rangkuman lagu -  lagu hits dari album pertama mereka sampai album yang teakhir.

Selamat Menikmati

Cupumanik - Menggugat

Cupumanik adalah band Grunge yang memulai karir musik mereka sebagai band kampus pada tahun 1997, mereka merilis album Maha Rencana (2005) dan single Grunge Harga Mati (2010). Yes kita tunggu saja karya terbaru dari quartet Cupumanik Che (voc), Esky (gtr), Iyak (bas), Dan Dony (drum).

Di album terbaru mereka, Cupumanik mampu menunjukkan kecerdasan mumpuni dan keberanian dalam berkomposisi dan kaya akan dinamika serta melodi yang bernilai. SQ sang gitaris adalah seorang riff master yang tak pernah kehabisan stok riff.

Cupumanik megah di “Grunge Harga Mati”, seketika gelap di “Garuda Berdarah”. Di “Aksara Alam”, band ini terdengar anggun dan nakal seolah mereka Faith No More. “Broken Home” mencerahkan dalam kadar Smashing Pumpkins. Lirik Cupumanik kali ini menyasar isu sosial politik yang menunjukkan kemampuan vokalis Che dalam melakukan observasi dan menuangkannya menjadi lirik yang enak dinyanyikan.

Satu hal yang mengganjal adalah ketika Cupumanik membawa wacana grunge sebagai sebuah perjuangan identitas (“Grunge Harga Mati”) hingga terdapat rasa mob mentality. Mungkin bukan hal yang tabu ketika lirik bicara mengenai perlawanan sebuah genre musik. Namun rasanya grunge bukan musik yang terkenal dekat dengan itu.

Ironi terbentuk ketika seni musik yang merupakan pelepasan (bahkan pelarian) bagi kaum teralienasi dan antisosial, musik yang personal, kemudian diidentikkan pada sebuah gerakan golongan yang harus melawan demi jati dirinya. Memfokuskan pada kebersamaan dan kebesaran yang konon justru membuat Kurt Cobain sang pahlawan grunge mengakhiri hidupnya.

Namun untungnya ketika mendengar Menggugat, band ini sungguh terdengar bersenang-senang. Berisi pemuda yang dibesarkan di tahun ‘90-an dan setia membawakan grunge/rock alternatif di era sekarang, saat ‘tren’ musik rock global tak memihak kepadanya. Apalah arti tren ketika suatu hal yang dikerjakan dengan hati tentu akan berhasil. Dan mereka berhasil memastikan passion itu bisa didengar jelas.       

Burgerkill - Undefeated

Artist: Burgerkill
Title: Undefeated
Year Of Release: 2014
Frame: 1280x720
Audio: AAC 44100Hz stereo
Quality: mp4, MPEG4 Video (H264)