Friday, July 29, 2016

Matter Halo - Aerotiva

Akhirnya duo yang terdiri dari Ibnu Dian (vokal/gitar/mandolin/flute) dan Ganidra Rai (bass/synth-bass/backing vocal/floor), merilis album perdana mereka Aerotiva.
Dengan mengusung jenis musik aeronautical folk, yakni jenis musik ambient yang mengajak puluhan penonton pada malam tersebut seolah terbang dan menari di udara.
Dalam album Aerotiva ini, Matter Halo menyebut genre musiknya Aeronautical Folk; musik ambient yang bisa memberi kesan seperti ‘terbang dan menari di udara’ kepada para pendengar, dan ‘folk’ karena adanya unsur etnik yang merepresentasikan musik khas Indonesia yang mereka tuangkan baik secara musik atau vokal.
Dalam penggarapan album ini, Matter Halo bekerjasama dengan Bam Mastro sebagai produser. Bam sebelumnya bekerjasama dengan solois Neonomora dan juga dikenal sebagai frontman dari band Elephant Kind. Sedangkan untuk album artwork, Matter Halo berkolaborasi dengan Ernanda Putra.

Tuesday, February 16, 2016

OM Pengantar Minum Racun - Orkeslah Kalau Bergitar

            Rasa rindu bagi pecinta musik era 80-an akan terobati tahun ini. Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) kembali mengeluarkan album setelah lama vakum di blantika musik Indonesia. Album baru berjudul “Orkeslah Kalau Begitar” ini mengcover tiga lagu dari band Naif, Seringai dan Efek Rumah Kaca.
Album mini Orkeslah Kalau Begitar yang berformat CD tersebut dirilis di bawah bendera Adu Kreatif dan memuat empat lagu. Selain “Time Is Money” yang menjadi satu-satunya lagu baru orisinal OM PMR, ketiga lagu lainnya merupakan parodi dari hits milik Naif (“Topan ‘Tato atau Panu’” alias “Posesif”), Seringai (“Mengadili Persepsi”), dan Efek Rumah Kaca (“Cinta Melulu”). Hanya lagu Seringai saja yang tidak diubah liriknya, sementara kedua lagu lainnya sukses mereka gubah musiknya dan tentu saja dijahili liriknya.
“Lagu ini merupakan bentuk sindiran. Anak-anak khawatir dengan kondisi terkini, kita jangan sampai ikut arus, atau lawan arus namun harus diatas arus. Kita menginspirasikan untuk maju terus dengan cara yang halal,” ujar Budi, gitaris OM PMR.

Thursday, February 11, 2016

Vadi Akbar - Berujung Terang

Industri musik Indonesia semakin semarak dengan hadirnya penyanyi pendatang baru Vadi Akbar. Vadi adalah adik kandung Vidi Aldiano. Kini Vadi akan mengikuti jejak sang kakak menjadi penyanyi solo dengan menelurkan album bertajuk “Berujung Terang”.
Ada tujuh lagu di album ini. Single pertama Vadi berjudul ‘Mayor 7. Lagu tersebut merupakan ciptaan sendiri. Ia berkolaborasi dengan musisi Aminoto Kosin.
Sebagai pendatang baru, Vadi berharap karyanya disukai oleh masyarakat luas. “Strategi aku berkarya sebaik mungkin, sehingga semua orang akhirnya menghargai aku. Aku senang kalau orang senang dengan karya aku,” ungkap cowok kelahiran 8 Agustus 1995 ini.

Friday, January 29, 2016

Titi DJ - Titi in Love With Yovie

             Tiga puluh tahun berkarya di Industri Musik Tanah Air, membuat diva pop Indonesia, Titi DJ menelurkan karya terbarunya lewat album 'Titi in Love with Yovie'.
Titi mengatakan, pada album tersebut dirinya diminta musisi Yovie Widianto untuk bernyanyi secara jujur dan menaham egoismenya.
Album yang berisi 10 lagu tersebut melibatkan Yovie sebagai Music Director, lalu Andi Rianto dan Edwin Saladin sebagai Music Arranger serta melibatkan disk jockey, Dipha Barus pada lagu 'Satu Mimpi'.
Sepuluh lagu milik Yovie yang pernah hits beberapa tahun lalu itu juga telah dipilih sesuai dengan keinginan hati Titi. Aransemen musik pada album tersebut juga tidak jauh dari kualitas vokal Titi.

Thursday, January 28, 2016

AriReda - Menyanyikan Puisi [iTunes]

            Duo musisi folk veteran, AriReda yang terdiri dari Ari Malibu dan Reda Gaudiamo, telah merilis album kedua mereka yang berjudul  " Menyanyikan Puisi".
Bila di album sebelumnya, yang bertajuk Becoming Dew (2007)  – AriReda menggarap 12 puisi karya Sapardi Djoko Damono, maka di album ini, duo tersebut akan menyanyikan total Sembilan puisi karya penyair ternama Indonesia seperti Abdul Hadi WM, Goenawan Mohammad, Mozasa, Sapardi Djoko Damono, dan Toto Sudarto Bachtiar.
Album tersebut memang tampil apa adanya. Tidak ada efek atau tambahan instrument selain gitar. Rekaman album self titled ini dibuat dengan teknik rekaman langsung, live di GrooveBox Studio. Bukan proses yang mudah tentunya, mengingat segala sesuatunya harus sejalan dan seirama.
Tidak seperti rekaman studio biasanya, yang semua bisa diulang di titik mana saja. Cara tersebut mengharuskan AriReda bermain bersama dengan kompak. Sesi rekaman, mixing, dan  mastering dikerjakan seluruhnya di GrooveBox Studio. Album ini sendiri pertama kali digarap pada tanggal 2 Mei 2015 dan rampung pada 2 Agustus 2015.
“Di Restoran”, menjadi single perdana yang dikeluarkan AriReda dalam menyambut album tersebut. Single ini diambil dari puisi karya Sapardi Djoko Damono. Komposisi musik yang tersaji di lagu ini sepenuhnya dikerjakan oleh M. Umar Muslim. Lagu ini sendiri pertama kali direkam pada tahun 1989, dan kini dikerjakan dalam sentuhan komposisi musik yang baru.

Sunday, January 24, 2016

Bunga Citra Lestari - Hits Single BCL And More

Kiprah "Bunga Citra Lestari (BCL)" di panggung musik diperlihatkan melalui lagu-lagunya yang sukses mencetak hits. Kini, pecinta musik bisa mendengarkan semua lagu-lagu BCL melalui sebuah album.
Dalam album ini, BCL menyuguhkan 10 lagu dengan dua di antaranya single terbaru, yakni "Mungkin Suatu Hari" dan "Kehilangan Kamu". Dua lagu tersebut dicipta oleh vokalis RAN, Rayi Putra Rahardjo dan diaransemen oleh gitaris Tohpati Ario Hutomo.
Sedangkan, delapan lagu sisanya merupakan single populer yang pernah dinyanyikan BCL, antara lain "Wanita Terbahagia", "Karena Kucinta Kau", "Cinta Sejati", "Aku Dan Dirimu", "Cinta Pertama", "Kuasamu", "Cinta Yang Terindah", dan "Wajahmu Ingatkan Aku".
Menurut dia, dua lagu terbarunya tersebut dipilih untuk mewakili suasana kehidupannya. Apalagi, BCL kali ini turut terlibat dalam meramu aransemen jazz yang berada di luar zona nyamannya sebagai penyanyi pop.

GRIBS - Thunder

GRIBS, Gondrong Kribo Bersaudara adalah sebuah band yang terdiri Rezanov, Eben Andreas, Gahariden Sukaca, Bugo Singarimbun dan Yudha Kurniawan adalah lima anak muda dengan gairah yang begitu besar pada musik rock, serta pilihan gaya rambut mereka jadi alasannya.
GRIBS setidaknya memberikan jawaban sebuah kenekatan untuk berbuat sesuai dengan kata hati. Sesuai dengan isi nurani. Bertempat di Galeri Malang Bernyanyi/ Museum Musik Indonesia, “GRIBS” melakukan launching album ke-2 mereka.
“Pada album kedua ini tema dalam lagu lebih condong ke laki-lakian, dan diambil dari masalah sehari-hari yang dikemas dengan cara kita sendiri,” ungkap Bugo.
Sesuai dengan aliran musiknya, style GRIB juga konsisten untuk tampil dengan gaya rambut gondrong kribo dan berpakaian ala rocker tahun 1980an.
Harapan GRIBS untuk kedepannya antara lain album dan merchandise yang diterima di masyarakat, personel GRIBS yang semakin solid, dan semoga band-band seperti GRIBS lebih menjamur lagi di Indonesia.

Kunto Aji - Generation Y

Penyanyi solo Kunto Aji akhirnya merilis album pertamanya dengan judul 'Generation Y'. Ia mengaku turut bergembiran dengan melahirkan karya full album perdananya sebagai penyanyi profesional di blantika musik tanah air.
Menggarap album 'Generation Y' diakuinya penuh proses panjang. Setelah berjuang beberapa tahun pasca lulus dari salah satu ajang pencarian bakat, ia kerap mencari cara untuk bisa terus bergelut di industri musik. Dengan rilisnya album yang diproduksi secara independent tersebut, Kunto Aji menilai banyak ilmu yang ia pelajari selama ini untuk bisa menghasilkan sebuah karya berupa album.
"Saya belajar tentang industrinya, belajar bagaimana saya harus bersikap sebagai publik figur, musisi dan segala macam. Alhamdulillah membuahkan hasil dan saya senang sekali," tambahnya.
Di album 'Generation Y', Kunto Aji menghadirkan 9 buah lagu yang ia ciptakan sendiri. Materi lagu, diakuinya merupakan deskripsi pengalaman pribadi yang ingin dibagi kepada pendengarnya.

Friday, January 15, 2016

Nabilah JKT48 - Sunshine Becomes You (Original Motion Picture Soundtrack)

Nabilah Ratna Ayu atau yang biasa di panggil Nabilah JKT48 diberi kepercayaan menjadi pemeran wanita utama dalam film SUNSHINE BECOMES YOU. Tidak hanya itu saja, ia juga menyanyikan seluruh track dalam album soundtrack drama romantis itu.
Saat diminta bernyanyi solo, dara yang masih duduk di bangku SMA ini mengaku lumayan kesulitan. Pasalnya, ia terbiasa melakukan proses rekaman bersama teman-teman di grup idol JKT48.
"Sebenernya nyanyi solo deg-degan juga karena biasanya bareng JKT48. Awalnya memang agak susah tapi nggak apa-apa, aku seneng karena keluar dari zona nyaman aku," kata Nabilah
Dalam film SUNSHINE BECOMES YOU besutan Rocky Soraya, Nabilah berperan sebagai Mia Clark. Ia merupakan balerina yang terlibat cinta segitiga dengan kakak-beradik Ray dan Alex Hirano yang diperankan oleh Herjunot Ali dan Boy William.

Wednesday, January 13, 2016

VA. Indonesia Reggae Sound

Indonesia Reggae Sound hadir sebagai sebuah album yang menyatukan beragam musisi reggae dalam satu wadah kompilasi. Visi dari kompilasi ini menurut Reinhard dari Offbeat Music Indonesia, adalah untuk membuktikan bahwa aliran musik jenis ini bisa punya taji dalam industri musik nasional, bahkan dunia.
Kompilasi Indonesia Reggae Sound menampilkan 12 band reggae yang dipilih lewat saringan dari Off Beat Music Indonesia. Mereka terpilih dari 100 band yang daftar kompilasi yang dikirim baik lewat email, pos, maupun dikirim langsung ke kantor Offbeat Music Indonesia.
Keberagaman adalah hal unik dari kompilasi ini. Beragam band hadir dengan balutan musik dan lirik yang unik. Seperti Day afternoon lewat balutan keroncongnya, pemaparan keindahan Saburai oleh Teh Manis serta Lombok oleh Amtenar dan Surajak oleh Samalona yang sangat kuat untuk menarik pendengar manca negara untuk mengenal Indonesia.
Ada pula materi soulful dari D’Jenks dan Jamie Aditya, lirik nakal oleh Braves Boy dan Boys and Roots, lirik satir dari Tropical Forest, serta kegilaan reggae disco dari Gangstarasta dan balutan pernyataan satu frekuensi dari Souljah serta lirik cinta manis dari Big Wave membuat kompilasi ini sangat kuat dan kaya secara materi.

Monday, January 11, 2016

Speak Up! - Lini Waktu [iTunes]

"Speak Up!" band melodic punk rock dengan unsur rock, minimalis dan elegan yang terdiri Ali Nugraha (Gitar dan Vokal), Farhan Ramadhan (Bass), IkhsanAssaat (Drums). Di usia yang ke 17 tahun band ini membuktikan melalui album ketiganya "Lini Waktu" bermain Punk musik dengan lirik penuh motivasi , inspirasi dan dikemas dengan batu, catchy dan elegan. Perbedaan pertama dan kedua album, album ketiga mereka "Lini Waktu" dapat dirasakan dari suara dan komposisi.
Album "Lini Waktu" berisi 12 lagu yang dilakukan dalam waktu kurang dari satu tahun di Delta Music Studio Rekaman .Daniel Devriansyah sebagai Speak Up produser, yang juga direktur Delta Music Indonesia, campur tangan langsung mengawasi proses rekaman dari awal menyelesaikan .
Speak Up jatuh tempo dalam album "Lini Waktu" sangat terasa. Lirik tema sosial, politik, keluarga dan cinta, juga, melengkapi album ketiganya. 80% dari lirik yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Dalam lirik, Speak Up memberikan penjelasan kejujuran yang dirasakan setiap manusia. David salah satu vokalis dari band punk rock, 7 Deadly Sins, berkolaborasi dalam lagu "Politik Hampa Erika". Laguna, sebagai single pertama dari album "Lini Waktu", representasi dari kematangan pemikiran dan kedewasaan dalam menciptakan suatu bentuk seni. Dan lagu yang dipilih untuk didengar oleh masyarakat luas. Di album "Lini Waktu", Speak Up bekerjasama dengan Delta Musik Indonesia siap untuk memberikan nuansa pecinta musik baru dan freshfor seluruh Indonesia dan dunia.

Monita Tahalea - Dandelion [iTunes]

Penyanyi jazz muda jebolan Indonesian Idol "Monita Tahalea" telah merilis album yang bertajuk "Dandelion". Dimana album tersebut berisikan lagu-lagu ciptaan Monita sendiri. . Dia pun merasa puas dengan apa yang telah dilakukan di album yang memuat 9 lagu ini.
Lagu-lagu di album Dandelion masih bercerita seputar percintaan. Bukan hanya untuk kekasih, tapi juga cinta kepada sahabat, keluarga atau yang lainnya.
Menurut  Monita, judul "Dandelion" diambil dari nama bunga  liar, dandelion,  yang  selalu  tumbuh subur  di  savana.  Filosofinya, bunga-bunga dandelion yang indah selalu tumbuh walaupun tidak ada yang menanam, melambangkan harapan yang harus selalu mekar  dalam kalbu.  Tak mengherankan bila lagu-lagu dalam album  ini  dibalut melodi-melodi yang riang, namun dengan pilihan-pilihan kata  yang terjaga sehingga kaya makna

Wednesday, December 2, 2015

Iwan Fals - Satu (Feat. Noah, Nidji, Geisha & d'Masiv)

          Album 'SATU' ini merupakan project besar pertama antara musisi Iwan Fals dengan NOAH, NIDJI, GEISHA dan d'Masiv.  Dalam proyek perdana ini, masing-masing band menciptakan satu lagu untuk Iwan. Nantinya juga ada lagu yang bakal dinyanyikan bareng-bareng oleh Iwan Fals, NOAH, Nidji, Geisha dan D'Masiv.
Dalam album tersebut akan ada 10 lagu, di antaranya kolaborasi dengan menyanyikan lagu Kemesraan ciptaan Iwan Fals dan lagu terbaru yang berjudul Abadi.

Tuesday, December 1, 2015

AGNEZ MO - Boy Magnet-The Dance Mixes - EP (iTunes)

                        Karir Agnes Monica di dunia musik semakin lama semakin gemilang. Bagaimana tidak, setelah sukses debut di Amerika dengan single "Bottle Coke", Agnes akan mengembangkan karirnya di Perancis, Eropa.
Namun, sebelum itu kekasih pebasket Wijaya Saputra ini terlebih dahulu meluncurkan single terbarunya yang bertajuk "Boy Magnet". Melalui akun Twitter, Agnes juga meluncurkan beberapa foto behind the scene video klip.
Gaya swag tetap ditonjolkan oleh pelantun "I Am Generation of Love" itu. Ia tampak keren bersanding dengan seorang DJ sambil tersenyum ceria. Agnes juga memakai kacamata hitam dan lisptik merah menyala.

Thursday, November 19, 2015

Endah N Rhesa - Seluas Harapan (iTunes)

                   Endah N Rhesa yang terdiri dari Endah Widiastuti (gitar, vokal), dan Rhesa Aditya (bas), baru saja merilis album digital keempat mereka, Seluas Harapan, pada 3 September 2015.

Rhesa mengatakan, ada perbedaan mencolok antara Seluas Harapan dengan tiga album Endah N Rhesa sebelumnya yang biasa menggunakan lirik lagu berbahasa Inggris. Perbedaan tersebut tampak dalam lagu-lagu "Seluas Harapan", "Sahabatku Tiada Duanya", "Cinta dalam Kardus", "Derita dan Cerita", dan "Kuingin Kembali" yang dinyanyikan Endah dalam bahasa Indonesia.

Wednesday, November 18, 2015

Sore - Los Skut Leboys (iTunes)

             Setelah tujuh tahun tanpa full album, band indie pop asal Jakarta, Sore, resmi memperkenalkan Los Skut Leboys. Album baru ini menjadi pembuktian eksistensi grup yang diisi Ade Firza Paloh (Gitar/Vokal), Awan Garnida (Bass/Vokal), Reza Dwi Putranto (Gitar), dan Bemby Gusti Pramudya (Drum) tersebut.
Ada hal menarik yang tersembunyi di album anyar Sore. Yakni, nama album, Los Skut Leboys. Beberapa pertanyaan wajar muncul apabila pendengar mendengar dan menyebut judul itu.
Namun, band yang berdiri sejak 2004 ini punya alasan sendiri menamai album mereka dengan Los Skut Leboys. Ternyata tiga kata itu bermakna sesuatu yang santai tetapi tetap bermakna.
Dalam album ini Ade Firza Paloh (gitar/vokal), Awan Garnida (bass/vokal), Reza Dwi Putranto (gitar/vokal), dan Bemby Gusti Pramudya (drum/perkusi/vokal) memasukkan 14 lagu. Empat lagu di antaranya diambil dari album mini sebelumnya, yaitu There Goes, Belajar untuk Riang, 8, dan Para Plesirs, tapi dengan sedikit perbedaan dalam aransemen, lirik, dan aksen.
Tanpa hadirnya Ramondo Gascaro yang hengkang pada 2012, kemandirian masing-masing personel semakin dituntut. Dalam album ini, semua personel terlibat di setiap bagian, mulai dari komposisi musik, penulisan lirik, sampai mengisi vokal.
Sejumlah pelaku kesenian turut membantu penyelesaian album ini, di antaranya Aghi Narottama, Adink Permana, Sigit Pramudita, Aji Gergaji, Alvin Witarsa, Harry Winanto, Adra Karim, Ricky Surya Virgana, John Navid, dan Joko Anwar. Selain itu, album ini dikemas secara unik oleh Monica Hapsari (Pandai Besi) dengan memakai desain yang dibordir pada sampulnya.

Tuesday, November 17, 2015

Barasuara - Taifun (iTunes)

                  Grup band Barasuara yang terdiri dari Iga Massardi (vokal, gitar), Asterika (vokal), Puti Chitara (vokal), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bas), dan Marco Steffiano (drum) meluncurkan album perdana mereka, Taifun, dengan menggelar konser tunggal dengan tajuk yang sama di Rossi Musik, Fatmawati, pada Kamis (22/10/2015). Album ini sempat tertunda selama tiga tahun hingga akhirnya dapat dirilis dalam format album fisik berupa CD.
Diperkirakan, sekitar 350 orang memadati ruangan di Rossi Musik. Mereka semua terhanyut dalam lantunan melodi yang dilantunkan oleh Barasuara, yang pada malam itu, secara resmi merilis album perdana bertajuk Taifun.Membahas tentang album perdana grup band-nya, Iga menceritakan, "Awalnya, semua dimulai dari ketidaksengajaan, sebuah kecelakaan yang indah. Saya memiliki beberapa lagu untuk diproduksi, daripada tidak dipakai ya saya ajak teman-teman saya untuk latihan."
Pengerjaan lagu dan lirik menjadi bagian Iga Massardi. Pun demikian, aransemen musiknya tetap dikerjakan kolektif bersama personel lain yang terdiri dari Sandi "TJ" Kusumaningtyas (gitar), Gerald Hiras Situmorang (bas), serta Cabrini Asteriska Widiantini dan Puti Chitara (vokal).
Respon positif datang dari rekan musisi lainnya. Arian, vokalis grup band Seringai, mengatakan bahwa album Taifun adalah hasil dari kerja keras Iga dan kawan-kawan.
Barasuara pun berterima kasih kepada setiap pengunjung yang datang ke Rossi Musik, pada malam itu, serta mengapresiasi segala bentuk dukungan yang diberikan masyarakat kepada mereka dengan kehadiran Taifun ini.

Monday, July 6, 2015

Stars and Rabbit - Constellation

               Duo indie Folk/Pop yang berasal dari Yogyakarta Stars and Rabbit yang terbentuk sejak 2011 telah merilis album perdana dengan tajuk "Constellation"
“Album Constellation adalah bukti perjuangan melewati batas kemampuan kami dalam berkarya. Ketika proses rekaman menjadi bagian dari kehidupan para musisi, adalah sebuah kepuasan mutlak ketika merilisnya pada saat yang tepat dengan diikuti persiapan yang matang,” ujar mereka untuk debut albumnya.
Untuk pengerjaannya album Constellation ini, Stars and rabbit kurang lebih menghabiskan waktu selama 4 tahun ini didalam studio untuk merampungkan 11 materi yang ada didalamnya. Disini mereka melibatkan nama Didit Saad (Plastik, Daddy and the Hot Tea) yang turut membantu proses rekamannya. “The House” adalah single perdana dari album Constellation yang sudah diperdengarkan oleh Stars and Rabbit beberapa waktu lalu.
Proses master album ini bertempat di studio Metropolis, London, melibatkan John Davis, seorang mastering engineer kawakan yang menangani album-album dari Led Zeppelin, Lana Del Rey, FKA Twigs, dan sejumlah artis besar lainnya. Artwork album ini digambar tangan oleh Nady Azhry, seniman grafis yang juga mengerjakan artwork beberapa singel mereka dan album mini "Live at Deus".

Rumahsakit - Timeless

"rumahsakit" yang kini resmi beranggotakan Marky Najoan (guitar), Mickey Najoan (keyboard), Fadli Wardhana (drum), Shendy Adam (bass) dan Muhammad Arief Bakrie (vokal) telah merilis album terbaru mereka yang bertajuk "Timeless".
Rilisnya album +imeless ini juga sekaligus menjadi album studio keempat bagi perjalanan karir dari Rumahsakit Band dalam blantika musik ditanah air serta juga dalam album ini berisikan banyak sekali lagu baru yang beberapa diantaranya telah menjadi lagu yang sangat hits sekali. Rumahsakit Band juga sangat berharap dengan hadirnya album ini dapat kembali menjadi awal yang sangat manis bagi mereka untuk dapat bangkit kembali dalam meraih kejayaan mereka dalam dunia musik.
Beberapa waktu lalu, rumahsakit juga sempat merilis single perdana dari album Timeless, “3:56″, sebagai bocoran bagaimana nuansa baru yang coba mereka bawakan di album keempatnya ini. Sama seperti album (1+2), rumahsakit masih bekerjasama dengan pihak Bravo Records dalam penggarapan album Timeless ini.

Opick - Salam Rindu ya Musthofa

Menjelang bulan Ramadan, penyanyi Opick kembali mengeluarkan album bertema religi. Album terbaru Opick bertajuk Salam Rindu Ya Musthofa ini sekaligus menjadi penanda 11 tahun perjalanan karir pria yang dikenal dengan lagu Tombo Ati-nya itu.
Dalam album ini, Opick memasukkan 9 lagu yang terdiri dari beberapa lagu baru dan juga lagu lama. Pengerjaan albumnya sendiri memakan waktu 6-7 bulan. Opick menceritakan jika album ini dikerjakan oleh tim yang sama dalam membuat album Tombo Ati.
Ada beberapa perbedaan antara album terbarunya ini dengan album sebelumnya. Di album ini, Opick mencoba melakukan eksperimen dalam segi nuansa musik. Dirinya menggunakan sentuhan-sentuhan world music yang terkesan megah dan grande meski tema lagu tersebut religi.
Album ini juga mengambil perjalanan spiritual Opick ketika keliling Indonesia. Waktu luang saat show ia manfaatkan untuk menulis lirik dan lagu. Opick mengemas rasa sykur akan kekayaan Indonesia dalam sebuah lagu.
Dalam albumnya ini, Opick juga memasukan lagu berirama Arab. Ketiga lagu berbahasa Arab itu antara lain Ya Rabbi bil Musthofa, Sholatun Bissala Mil Mubin dan juga Tola Al Badru. Ini dilakukan Opick karena dirinya memiliki pengalaman ketika melakukan konser di Alexandria dimana dirinya diteriaki Arabic.
Dalam peluncuran albumnya kali ini Opick bekerja sama dengan PT Sinergi Karya Optima dan beberapa minimarket. Opick berharap, album yang dikemas dengan musik ala Turki dan rampak gendang Minangkabau ini bisa dinikmati tidak hanya oleh pecinta musik religi di Indonesia, tapi juga internasional.