Sunday, October 12, 2014

VA. Simfoni Tempo Doeloe

"Simfoni Tempo Doeloe" mengajak pendengar untuk berjalan kembali ke masa lalu melalu karya musisi di masa lampau. Dengan gerakan simfoni yang kaya akan harmoni dan emosi, "Simfoni Tempo Doeloe" merepresentasikan tembang masa lalu dengan gaya kontemporer yang memikat hati.
Sumber: batikkeris-indonesia

Monday, October 6, 2014

VA. 12 Lagu Populer '86

Sebuah album yang berisi12 lagu terpilih yang salah satunya akan mewakili Indonesia di ajang Festival Lagu Populer tingkat Asia Tenggara ke V. Ke-12 lagu tersebut adalah lagu-lagu dengan angka penjualan tertinggi.

VA. 12 Versi Madu & Racun Melanda Dunia '85

                     Lagu MADU & RACUN dari BILL & BROD benar-benar menghentak permusikan Indonesia di tahun 1985. Berbagai versi dibuat. Beberapa lagu juga mengekor, baik iramanya maupun judulnya.
Dan ini salah satu dari booming MADU & RACUN. Dibuatlah lagu ini versi mancanegara.
Kalau belum mendengar album ini mungkin dipikir iramanya tetap seperti aslinya dengan lirik diterjemahkan ke berbagai bahasa. Namun, rupanya musiknya pun dibuat berbeda.

Thursday, March 20, 2014

Chris Biantoro / Kris Biantoro - Album Collections


                           "Kris Biantoro", terlahir dengan nama "Christoporus Soebiantoro" yang lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 17 Maret 1938.
Dilahirkan di era jatuhnya Hindia Belanda dan datangnya Masa Pendudukan Jepang, membentuk wataknya pada jaman itu yang dialami Kris Biantoro sampai sekarang, yaitu semangat menjaga kedaulatan bangsanya.
Kecintaan pada negara dan bangsa yang beliau bawa dari masa kelahirannya, memuat rasa perjuangannya muncul, ketika duduk di bangku kuliah Universitas Atmajaya, bersama rekan-rekannya dengan sukarela di kirim ke Irian Barat. Itulah awal "Kris Biantoro" mejadi relawan selama enam bulan, dalam pembebasan Irian Barat atau Operasi Trikora, hingga mendapat gelar kehormatan Veteran Pembela Kemerdekaan. Kecintaannya di dunia seni juga dibarengi dengan kecintaannya terhadap tanah air dan bangsa, hingga salam yang di ucapkan selalu "Merdeka".
Pada 1964-1971, Kris hijrah ke Australia karena mendapat tawaran untuk menjadi staff di KBRI Autralia. Di Australia inilah "Kris Biantoro" bertemu dengan seorang wanita bernama "Maria Nguyen Kim Dung" asal Vietnam yang kemudian dipersuntingnya. Dia sempat menjadi penjual roti di Australia karena kehidupannya yang kurang beruntung menjadi pesiunan staf KBRI Australia. Dari pernikahannya ini, "Kris Biantoro" dianugerahi 2 orang anak yaitu Invianto dan Ceasefiarto.
Untuk karier di dunia seni, "Kris Biantoro" tidak hanya dikenal dengan sebutan Master Of Ceremony atau MC dan ia populer di kalangan masyarakat, tetapi juga sebagai aktor, penyanyi dan pencipta lagu, sejak semasa bersekolah di SMA de Britto, Yogyakarta. Keberuntungannya sebagai entertainer berawal dari lagu Dondong Opo Salak (lagu anak-anak) karena teringat keponakannya yang masih kecil di Magelang semasa berjuang sebagai relawan di Irian Barat.
Kembali ke tanah air di tahun 1971, bergabung dengan TVRI menjadi host acara kuis dan terkenal, diantaranya yakni "Dansa yo Dansa" di TVRI. Setelah pensiun sebagai selebritis yang berhasil, "Kris Biantoro" melalui kehidupan yang tenang. Namum saat ini beliau sedang menderita sakit ginjal kronis sejak usia sejak tahun 1972. Walaupun telah mengidap penyakit ginjal selama 39 tahun, beliau tetap bersemangat menjalani kehidupannya.
Soucre: wikipedia

Wednesday, February 19, 2014

Kang Ibing - Album Collections

"Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata" (lahir di Sumedang, 20 Juni 1946 – meninggal di Bandung, 19 Agustus 2010 pada umur 64 tahun) atau lebih dikenal dengan nama "Kang Ibing" adalah pelawak Indonesia yang tergabung dengan grup lawak De'Kabayan yang terdiri antara lain Aom Kusman dan Suryana Fatah. Pelawak ini juga aktif dalam kesenian Sunda dan pula pernah aktif sebagai Penyiar Radio Mara Bandung bersama Wildan Nasution.

Soucre: wikipedia

Friday, February 7, 2014

AKA - Album Collections

                   Grup musik rock AKA (singkatan dari Apotik Kali Asin, apotek milik orang tua Ucok Harahap, tempat mereka bermarkas dan latihan) dibentuk di Surabaya pada 23 Mei 1967 dengan formasi awal:Ucok Harahap (keyboard/vokal utama), Syech Abidin (drum/vokal), Soenata Tanjung (guitar utama/vokal), Harris Sormin (guitar/vocal) dan Peter Wass (bass). Peter Wass digantikan oleh Lexy Rumagit karena cedera ketika granat yang disiapkan untuk aksi panggung grup rock Ogle Eyes di Lumajang tiba-tiba meledak dan melukainya. Sejak 1969, Lexy Rumagit digantikan oleh Arthur Kaunang (ayah dari Tessa Kaunang). Harris Sormin keluar dari group ini karena mengalami depressi akut, namun hingga tahun 2000 dia masih aktif bermusik. Harris meninggal tahun 2002. Yang patut dicatat, semua pemain bass AKA adalah pemain kidal.
AKA yang sering membawakan lagu-lagu Led Zeppelin, Grand Funk Railroad, Deep Purple, dan Jimi Hendrix, yang waktu itu memang digemari anak-anak muda, dikenal sebagai grup rock eksentrik. Dalam pertunjukan di Arena Terbuka Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 9-10 November 1973, ketika AKA tengah membawakan lagu Crazy Joe, tiba-tiba Ucok melompat ke tembok dan naik ke genteng. Setelah itu, ia muncul di panggung dengan tiba-tiba sambil membiarkan dirinya dicambuki oleh algojo. Kakinya diikat, dan tubuhnya digantung. Kemudian ia ditusuk dengan pedang dan dimasukkan ke peti mati. Aksi ini mencekam penonton namun memperoleh sambutan meriah. Seusai aksi ini, Ucok terlihat kejang-kejang seperti kesurupan di belakang panggung. Situasi ini segera teratasi ketika Remy Silado yang menyaksikan atraksi gila ini menyiramkan seember air ke tubuh Ucok.
Peristiwa unik lainnya terjadi ketika AKA dikontrak untuk bermain di West Point Garden Bar and Restaurant, Singapura. Manajer AKA meyakinkan pemilik restoran bahwa AKA adalah grup yang paling cocok untuk membawakan lagu-lagu yang sesuai dengan selera pengunjung. Padahal, menurut Syech Abidin, mereka belum pernah membawakan lagu-lagu lagu-lagu berirama rock and blues, soul, dan rock psychedelic yang diminta pemilik restoran. Kebetulan, lagu-lagu yang diminta membutuhkan alat musik tiup. Karena tak memilikinya, sang manajer pun dipaksa ikut latihan sebagai pemain alat musik tiup.
Namun, tidak semua orang bisa menerima atraksi panggung AKA. Ketika tampil di Tasikmalaya pada Juni 1972, gaya panggung Ucok dan kawan-kawan tak disukai pecinta musik rock disana. Meskipun para penonton sempat meneriaki mereka, untungnya pertunjukan tidak berakhir dengan kerusuhan karena Band Rhapsodia, yang tampil sesudah mereka, berhasil menjinakkan penonton dengan lagu-lagu ala Santana serta lagu-lagu lokal. Peristiwa serupa kembali berulang ketika AKA tampil di Gedung Kridosono, Yogyakarta pada Juni 1974 bersama grup Giant Step asal Bandung. Para penonton yang tak suka melihat atraksi Ucok tak dapat dibendung lagi. Mereka berteriak-teriak dan merusak gitar Arthur Kaunang. Ucok pun terkena lemparan kursi, dan kening Sunatha terluka parah akibat potongan kayu dan besi yang dilempar penonton. Ketiganya dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta.
Tak hanya di panggung, AKA juga telah meluncurkan beberapa album. Pada album pertama mereka, Do What You Like (1970), terdapat lima lagu berbahasa Indonesia dan tiga lagu berbahasa Inggris (Do What You Like, I've Gotta Work It Out, dan Glenmore).
Pada 7 Agustus 1975, Ucok meresmikan grup barunya di Jakarta dengan nama Ucok and His Gangs (Uhisga), yang bergerak dalam pertunjukan musik, model, dan tari. Ucok semakin sibuk dan mulai berubah menjadi lebih glamour, tidak lagi seperti ketika masih menjadi vokalis AKA. Soenata, Arthur, dan Syech Abidin akhirnya memutuskan untuk mendepak Ucok dan mengganti nama AKA menjadi SAS pada akhir Desember 1975.

Soucre: wikipedia

Tuesday, February 4, 2014

Bing Slamet - Album Collections


                     "Bing Slamet" (lahir di Cilegon, Banten, 27 September 1927 – meninggal di Jakarta, 17 September 1974 pada umur 46 tahun) yang dilahirkan dengan nama Ahmad Syech Albar adalah salah satu maestro lawak Indonesia pada masanya bersama Kwartet Jaya, grup yang terdiri dari Bing Slamet, Ateng, Iskak dan Eddy Sud. Namanya sebenarnya pertama kali berkibar ketika bergabung dengan grup musik Eka Sapta yang dimulai pada tahun 1963, bersama beberapa nama terkenal seperti Yamin Wijaya, Ireng Maulana, Itje Kumaunang, Benny Mustapha dan Idris Sardi. Selain itu dia juga banyak bermain dalam film-film komedi pada era tahun 1960-an dan 1970-an.

Soucre: wikipedia.org

Saturday, February 1, 2014

Benyamin Sueb - Album Collections

Benyamin Sueb (lahir di Kemayoran, Jakarta, 5 Maret 1939 – meninggal di Jakarta, 5 September 1995 pada umur 56 tahun) adalah pemeran, pelawak, sutradara dan penyanyi Indonesia. Benyamin menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film.
Soucre: wikipedia

Monday, October 14, 2013

Pance Pondaag - Lagu-Lagu Terbaik & Top Hits Jeka

Pance Pondaag adalah Pencipta lagu dan penyanyi bersuara khas yang berjaya di tahun 1980 hingga 1990-an. Juga banyak mengorbitkan penyanyi-penyanyi pada jamannya, seperti  Dian Piesesha, Maya Rumantir dan Meriam Bellina, Hetty Koes Endang