Friday, December 16, 2016

Adhita Sofyan - Silver Painted Radiance

                   Musisi, penyanyi dan penulis lagu Adhitia Sofyan emang dikenal dengan lagu-lagu akustiknya yang bikin otot lemes dan santai. Suaranya yang tipis, petikan gitarnya dan melodi yang diciptainnya selalu bikin semua yang dengerin langsung sukses terbuai.
Silver Painted Radiance adalah album keempat Adithia. Sebelumnya, doi udah ngerilis tiga album dengan nuansa minimalis. Tapi di album ini, doi kayanya pengen nyoba sesuatu yang baru. Musisi yang udah melanglang buana sampe ke negri matahari terbit ini kayanya udah gak pengen dibilang sebaai bedroom musician yang cuma gitar-gitaran, upload ke soundcloud, trus bikin album.

Kali ini, dirinya pengen nyoba atmosfer musik yang baru, format baru. Ada band pendukung yang mengiringi dia, dari drum, bass, organ, piano yang kesemuanya direkam yang pastinya bukan di kamar tidurnya, karena mungkin kami bayangin gak bakal cukup menampung semua instrumen ini.

Kali ini, dirinya harus beradaptasi sama studio musik, gimana membuat studio yang besar dengan control room bisa dibuat senyaman kamar tidur di malam hari - waktu terbaik dimana ia bisa merekam semua musik yang ada di kepalanya.

Meski dengan band pengiring, bukan berarti Adhitia Sofyan menjadi orang lain. Dia tetaplah orang yang sama, namun kali ini, lewat album terbarunya, Adhitia cuma pengen kamu yang dengerin lebih senyum, ketawa dan nyanyi bareng, mungkin sambil goyang kepala karena beat drum, bisa jadi dansa berdua bareng pasangan ketimbang manyun sendirian.

Tuesday, May 17, 2016

Sarasvati - Ratimaya

                Sarasvati, band asal Bandung yang beranggotakan 8 orang personil ini tak pernah absen membuat album. Entah mini album, full album, ataupun album kolaborasi. Tercatat sudah 4 album yang dihasilkan, sepanjang 5 tahun perjalanan karier bermusik mereka. Antara lain Story of Peter (2010), Mirror (2012), Sunyaruri (2013), Ballades (kolaborasi dengan Gran Kino 2015).
Selama hampir 6 bulan, mereka meramu sebuah album baru yang akan diluncurkan pada tanggal 1 Oktober 2015 dengan konsep konser musik teatrikal di  Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Album ini berjudul “Ratimaya Sarasvati”, yang artinya Bayangan Keindahan. Yang menarik dari album ini adalah konsep pengemasan lagu di dalamnya. Ada sebuah benang merah yang akhirnya menghubungkan 10 lagu yang ada di album baru ini. Sebuah sosok fiktif bernama Ratimaya diangkat menjadi jarum yang menjahit benang album ini. Tak hanya itu, di album ini Sarasvati juga berkreasi membuat  Audio Book yang menjadi penghantar antar lagu.
Ada yang menarik disini, album ini tak lagi soal hantu. “Ini adalah cita-cita kami sejak lama,” ungkap Risa mewakili personil lainnya.
Demajors didaulat menjadi label dari album terbaru Sarasvati. Label musik independent ini berani menaungi Sarasvati yang sebelumnya tak pernah berada di bawah naungan label. Ini akan menjadi sebuah album yang baru, dan tentu saja, segar. Musik yang didominasi piano, string, kecapi, suling dan nada-nada minor, masih menjadi menu utama dalam album ini. Lirik lagu pun beranekaragam, setengahnya persen bahasa indonesia, sisanya berbahasa Inggris dan sunda.
Sarasvati dulu adalah project solo dari sang vokalis yang bernama Risa Saraswati. Nama belakang Risa juga yang mengilhami nama belakang ini. Sarasvati adalah tulisan Sanskrit dari Saraswati. Seiring berjalannya waktu, Sarasvati yang sempat berubah-ubah formasi akhirnya memutuskan untuk dikukuhkan sebagai sebuah band. Dengan formasi akhir band ini adalah Risa Saraswati (Vokal), Marshella Safira (Vokal Latar), Hinhin Akew (Gitar), Gallang perdhana (Bass), Gigi Priadji (Sequencer), Papay Soleh (Drum), Kevin Rinaldi (Kibor), dan Iman Jimbot (Kecapi & Suling).
Musik Sarasvati yang didominasi piano, string, kecapi suling, dan nada-nada minor masih menjadi menu utama dalam album ini. Lirik lagu pun beranekaragam, 50% bahasa indonesia, 45% bahasa Inggris, dan 5 persen bahasa sunda. Tercatat di album sebelumnya Sarasvati mengajak beberapa nama musisi untuk berkolaborasi, antara lain Tulus, Cholil ERK, Dewa Budjana, dan Ink Rosemary. Di album ini Sarasvati mendaulat Anji dan Agung Burgerkill untuk berkolaborasi di dua lagu mereka. Yang tak kalah menarik, di album ini Sarasvati mengaransemen sebuah lagu milik Homogenic, band yang pernah membesarkan nama Risa Saraswati (vokal) sebelum membentuk Sarasvati.

Monday, October 27, 2014

Gombloh - Album Collections

"Gombloh" adalah pencipta lagu balada sejati. Ia bergabung dengan grup beraliran art rock/orchestral rock bernama 'Lemon Tree's Anno '69', yang musiknya mendapat pengaruh 'ELP' dan 'Genesis'. "Leo Kristi" dan "Franky Sahilatua" juga pernah menjadi anggota grup ini.
Kehidupan sehari-hari rakyat kecil banyak digambarkan dalam lagu-lagunya, seperti Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Poligami Poligami, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku. Lirik-liriknya puitis dan misterius. Sebagaimana penyanyi balada semasanya, seperti Iwan Fals dan Ebiet G. Ade, Gombloh juga tergerak menulis lagu tentang (kerusakan) alam, salah satunya adalah Berita Cuaca (lebih populer dengan nama Lestari Alamku walaupun ini bukan judul yang sebenarnya). Lagu-lagu cintanya cenderung "nyeleneh", sama seperti karya Iwan Fals atau Doel Sumbang, misalnya Lepen ("got" dalam bahasa Jawa, tetapi di sini adalah singkatan dari "lelucon pendek").
Namun, ia memiliki tema khas yaitu nasionalisme di dalam lagu-lagunya, seperti Dewa Ruci, Gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku, dan BK, lagu yang bertutur tentang Bung Karno, sang proklamator. Lagunya Kebyar Kebyar banyak dinyanyikan di masa perjuangan menuntut Reformasi.
Sumber: wikipedia

Sunday, October 12, 2014

VA. Simfoni Tempo Doeloe

"Simfoni Tempo Doeloe" mengajak pendengar untuk berjalan kembali ke masa lalu melalu karya musisi di masa lampau. Dengan gerakan simfoni yang kaya akan harmoni dan emosi, "Simfoni Tempo Doeloe" merepresentasikan tembang masa lalu dengan gaya kontemporer yang memikat hati.
Sumber: batikkeris-indonesia

Monday, September 29, 2014

Sandhy Sondoro - Vulnerability

"Sandhy Sondoro", salah satu musisi Indonesia yang sudah banyak makan asam garam dalam industri musik ini akhirnya secara resmi telah merilis album ketiganya "Vulnerability"  di Rolling Stone Cafe, Jakarta.
Album terbaru dari solis yang lama menetap di Jerman ini ternyata punya nilai spesial, dibanding album-albumnya terdahulu. Pasalnya, di album ini, ada sebuah lagu yang diciptakan oleh seorang komposer ternama dunia, Diane Eve Warren, yang telah lama dikenal banyak menciptakan lagu untuk musisi dunia, mulai dari Celine Dion sampai Aerosmith.
"Vulnerability" sendiri diartikan tidak hanya unik tapi,dia mengakui album Vulnerability ini sebagai salah satu implementasi dari kematangan dan kedewasaan dalam perjalanan hidupnya

Thursday, September 25, 2014

Tulus - Album Collections

"Muhammad Tulus Rusydi" (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia, 20 Agustus 1987; umur 27 tahun) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu berkebangsaan Indonesia yang berdomisili di Bandung.
Selain itu, pria berdarah Minangkabau ini juga berprofesi sebagai seorang arsitek setelah menamatkan studinya di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Bernyanyi sejak kecil, Tulus mulai dikenal ketika dia mulai sering bernyanyi di acara-acara komunitas klab jazz dan kampus-kampus di kota Bandung. Semasa kuliahnya dia pernah bergabung dalam Sikuai Band.
Album perdananya, Tulus, yang diproduseri oleh Ari Renaldi, dan diedarkan oleh Demajors, dirilis oleh perusahaan rekamannya sendiri, Tulus Record pada bulan September tahun 2011.
Sumber: wikipedia

Monday, May 26, 2014

Yovie and Nuno - Still The One

Empat tahun tidak merilis album, Yovie & Nuno kembali hadir dengan album terbaru bertajuk "Still The One". Masih bercerita tentang lagu cinta, tapi kali ini Yovie & Nuno tampil dengan musik dan performance yang khas.
Bertempat di KFC Tugu Tani, Jakarta, selain merilis album terbarunya, Yovie juga memperkenalkan vokalis baru mereka bernama Windura.
Sebagai permulaan, Yoive and Nuno mengusung single "Sakit Hati", yang bercerita tentang kegalauan orang yang sakit akibat cinta.
Masih mengusung musik yang sama, yaitu pop, Yovie and Nuno kali ini mempersembahkan lagu-lagu bertema cinta yang syahdu dan nikmat didengarkan. Yovie juga berharap album barunya bisa diterima oleh khalayak.
Adapun 11 lagu dalam album "Still The One"  adalah "Tergoda Bidadari", "Sakit Hati", "Tanpa Cinta", "Mudah Melupakan", "Malam Mingguku", "Kurang Romantis", "Tak Memilikimu", "Manis", "Kamu Bukan Kekasihku", "Lebih Baik Aku", dan "Jangan Jangan".

Friday, April 11, 2014

The Virgin - Positive Negative

                        "The Virgin" akhirnya merilis album kedua berjudul "Positive Negative". Butuh waktu lima tahun mereka mengumpulkan materi album dan merekamnya di studio. Album kedua "The Virgin" yang berada di label Nagaswara berisi 11 lagu
Selain tampilan musik mereka lebih dewasa, album tersebut juga menampilkan musik lebih gelap dengan masih andalkan lirik bernapaskan cinta.
Mitha mengaku dalam merangkai lagu-lagu di album kedua memerlukan waktu yang sangat lama, hingga setengah dekade. Salah satu faktor yang menghambat banyaknya jadwal manggung off air.
Jika di album pertama berjudul "Yes I Am" lebih banyak digarap oleh Mitha, di album ini Dara ikut berpartisipasi. Dia ikut menciptakan lirik dan bantu mengaransemennya.
Ahmad Dhani sebagai bos mereka sengaja memilih "Positive Negative" jadi judul album.

Thursday, February 13, 2014

Lala - Between Us

Ditengah kegandrungan akan lagu bertempo lambat dengan nada mendayu yang identik dengan irama melayu yang tersaji bebas dipasar musik Indonesia, bisa jadi membuat kuping sebagian orang tidak nyaman. Bagitu pula dengan artis atau penyanyi itu sendiri, hanya segelintir yang berani menyuguhkan musik sesuai dengan hati nurani karena terjagal permintaan pasar akan genre musik tertentu.
Tapi tidak dengan, Lala, penyanyi blasteran Indonesia-Filipina kembali berlirih merdu di album terbarunya yang bertajuk "Between Us". Dalam album yang berisi 8 track rilisan perusahaan rekaman lokal Sinjitos Records ini, Lala tetap berkutat dalam genre pop dengan balutan rock dan synthesizer manis ala pop diawal tahun 2000-an. Bekerjasama dengan produser lokal ternama, Joseph Saryuf, album ini digadang sebagai pencapaian terbaiknya dalam karirnya sebagai penyanyi.
Tema yang dihadirkan dalam album barunya ini sangat beragam dan menampilkan berbagai sisi kreativitas yang apik dan elegan dari seorang Lala yang belum pernah terekspos sebelumnya. Solois yang juga piawai memainkan gitar ini sepintas mengingatkan pada Michelle Branch yang sempat gandrung diawal era kebangkitan pop ditahun 2000-an.
Album ketiga dari penyanyi bernama asli Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo ini memiliki beberapa track yang menjadi single andalan, diantaranya “Morning Star”. Lagu pembuka di album barunya ini memiliki ambiance yang danceable. Reef gitar yang kental dalam single  “Between Us” yang juga merupakan sebuah lagu lama yang telah ditulisnya beberapa tahun lalu ini akan membawa Anda terbang dalam nuansa easy listening pop-nya.

Sunday, February 9, 2014

James Chu - Javanova Album Colletion's

"James Chu" pemusik asal Banyuwangi - Indonesia yang tinggal di Hongkong,"James Chu" sejak tahun 1960-an sudah bermain gitar Hawaiian bersama orang-orang Indonesia asal Maluku. James sudah merilis album "Love Song", "Evergreen Song", "Christmas Relaxation", dan "Country Love", semuanya bernuansa musik hawaiian. Meskipun sekarang "James Chu" tinggal di Hongkong tetapi dia ingin terus melestarikan budaya Jawa yang masih melekat di hatinya sehingga "James Chu" membuat album lagu Jawa dengan irama Bossanova yang diberi nama "Javanova".

Monday, January 27, 2014

Excelso Jazzy Tribute To Indonesian Musicians

Untuk ketiga kalinya Excelso meluncurkan album kompilasi Jazz. Kali ini, Excelso meluncurkan album bertajuk "Excelso Jazzy Tribute to Indonesian Music".
Beda dengan dua album sebelumnya, album kompilasi kali ini menyajikan lagu-lagu Indonesia populer tahun 90-an yang diaransemen ulang menjadi sebuah konsep album bergenre Light Jazzy.
Di album ini terdapat sembilan lagu yang dinyanyikan sejumlah penyanyi berbakat Indonesia seperti Denada, Bertha, Winda, Ghea Oktarin, Selly Gumay, Paul T-Five, CongQ, Delia dan Erwin Moron.
Bertha yang juga seorang guru vokal mengaku cukup sulit memilih satu dari sejumlah lagu yang ditawarkan padanya. Dikatakannya, tidak mudah membawakan lagu yang telah dikenal luas menjadi satu bentuk baru yang beda namun masih berada di jalur mainstream.
"Akhirya saya pilih 'Hanya Satu Kata' milik Harry Mukti. Karena saya memang suka lagu itu dan saya minta aransemen untuk lagu ini hanya dengan satu instrumen, gitar," ungkap Bertha.
Selain Bertha, terdapat juga Ghea Oktarin yang menyanyikan "Kucinta Caramu", Denada (Anak Pantai), Selly Gumay (Bahasa Kalbu), Paul (Kamulah Satu-Satunya), Delia (Satu yang Tak Bisa Lepas), CongQ (Bunda), Winda Viska (Jangan Tutup Dirimu), dan i.
"Kopi dan jazz layaknya dua sahabat karib. Dua-duanya merefleksikan gaya hidup masyarakat urban. Kami harap Excelso dapat dekat dan.menjadi bagian dari gaya hidup ini"

Wednesday, January 22, 2014

Geisha - Seleksi Hits

"Seleksi Hits" merupakan sebuah album kompilasi terbaik karya "Geisha" yang dirilis pada tahun 2013. Album ini memuat 12 lagu, 3 di antaranya adalah lagu baru dan 9 lagu lainnya yang diambil dari album-album terdahulu, dengan hits mereka yang berjudul Seharusnya Percaya yang diandalkan menjadi 1st single dan Lumpuhkan Ingatanku yang diandalkan menjadi 2nd single.

Sunday, January 5, 2014

Lyla - Dengan Hati

"Jangan pernah datang lagi. Ku tak ingin kau kembali. Biar hujan hempaskanmu pergi. Tinggallah aku melupakanmu'"
Penggalan lirik di atas adalah bagian dari single terbaru "Lyla" yang berjudul "Jangan Datang Lagi". Single tersebut juga merupakan bagian dari album mini "Lyla" berjudul "Dengan Hati".
Album terbaru mereka berjudul "Dengan Hati" merupakan sebuah mini album yang berisi total 6 lagu, dimana ada 4 lagu lama yang diaransemen dengan musik baru yang berbeda serta dua lagu baru dengan single utama berjudul "Jangan Datang Lagi". Menariknya di album terbaru mereka ini "Lyla" bekerjasama dengan produsen air minum.
Menurut Naga  - Sang vokalis dalam mini-album yang ditawarkan ini bernuansa lebih berbeda dari dua album sebelumnya. Dari konsep album dan lirik lagu yang dihadirkan lebih kreatif dan dewasa.
Terdapat enam lagu andalan, empat lagu dari dua album sebelumnya, ditambah dua lagu baru yang berjudul "Dengan Hati" dan "Jangan Datang Lagi".
Daftar empat lagu lama "Lyla" Mini Album 2013 yakni "Detik Terakhir", "Magic", "Lebih Dari Bintang" dan "Surat Dari Sephia". Keempat lagu itu dikemas dengan rasa baru.

Friday, January 3, 2014

Pandai Besi - Daur Baur

"Daur Baur" adalah album rangkuman sembilan lagu dari album pertama dan kedua Efek Rumah Kaca yang telah 'ditempa' kembali oleh "Pandai Besi" dan direkam secara live di studio legendaris Lokananta pada tanggal 9 sampai 12 Maret 2013.
"Pandai Besi" beranggotakan Cholil Mahmud (vokal, gitar), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar), Airil "Poppie" Nurabadiansyah (bas, vokal latar), Andi "Hans" Sabarudin (gitar), Muhammad Asranur (piano, keyboards), Agustinus Panji Mahardika (terompet, flute), Mbaer & Nastasha Abigail (vokal latar) .
Andaikan "Pandai Besi" adalah band baru dan ini adalah materi lagu baru, maka "Daur Baur" akan menjadi album debut Indonesia terbaik sejak album pertama Efek Rumah Kaca. Tapi pada kenyataannya, album ini adalah kreatif bagi Efek Rumah Kaca untuk mengatasi kejenuhan, dan membuat semakin penasaran akan karya selanjutnya – dengan atau tanpa embel-embel"Pandai Besi".

Saturday, December 28, 2013

Gugun Power Trio - Soul Shaker

"Gugun Blues Shelter" merilis album bertajuk “Soul Shaker”, pada 1 Oktober di Rolling Stone Café, Jakarta. Album grup yang diawaki oleh Muhammad Gunawan (Gugun), John Armstrong (Jono) dan Aditya Wibowo (Bowie), ini merupakan album ke-7 dengan menyuguhkan lagu-lagu dari beragam genre musik.
"Ini album lintas genre, seperti genre classic rock,  soul blues,, funk, heavy rock, progresif,” kata Bowie, sang penggebuk drum. Kesepuluh lagu di album ini berbahasa Inggris diantaranya Love Your Life, Born To Be Awesome, Fire Underwater, Driving Home Alone, Captain Morgan, Funk#2, Acid Rain, The Good Old Days, Slaves To The Nation dan Rock and Roll Superstar.
Album “Soul Shaker” juga dirilis di Amerika, dibawah bendera label Grooveyard Records, label yang sama yang merilis 2 album "Gugun Power Trio" di Amerika. Pada November 2012, "Gugun Blues Shelter" atau dikenal dengan "Gugun Power Trio" di Amerika, sukses menggelar tur album "Solid Ground" di 6 kota di Amerika Serikat.Pembuatan album "Soul Shaker" sempat terhenti dikarenakan tur yang menguras banyak tenaga dan pikiran ini. Jarak antara album ke-6 (Solid Ground) dengan album "Soul Shaker" adalah 2 tahun.





Thursday, December 26, 2013

simakDialog - The 6th Story

             Grup musik etno-progresif jazz, "simakDialog" meluncurkan album terbarunya yang bertajuk "The 6th Story", yang bertepatan  peringatan 20 tahun berdirinya band simakDialog. "simakDialog" didirikan oleh Riza Arshad (pianis/komposer) bersama dengan Arie Ayunir (drummer yang juga merupakan pendiri grup musik `POTRET') pada tahun 1993 - di tahun yang sama gitaris Tohpati A Hutomo bergabung.
Hingga saat ini, simakDialog telah mengeluarkan 6 album. Untuk album "The 6th Story", mereka fokus pada harmoni dan struktural yang lebih 'dikenal secara umum' dan penekanan pada pola ritme kendang pencak yang lebih kentara - dibandingkan album-album sebelumnya.
Album ini telah dirilis di Indonesia pada bulan Desember 2012 yang bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, dan yang kedua pada 17 Mei 2013 di GoetheHaus Jakarta yang disambut dengan antusiasme para penggemar mereka.
Dalam perjalanan kreatifnya, "simakDialog" yang telah merambah percaturan musik jazz selama kurun waktu 20 tahun hingga saat ini, berinovasi dengan menggunakan instrumen kendang Sunda sebagai pengganti instrumen drum di saat drummer Arie Ayunir hijrah ke Amerika tahun 2001.
Menariknya, penggunaan instrumen kendang Sunda menjadi daya tarik utama grup musik jazz ini yang pada akhirnya menggugah pemilik perusahaan rekaman Moonjune Records, Leonardo Pavkovic pada tahun 2007 untuk merilis album ke-4 mereka yang berjudul "Patahan" di Amerika.

Saturday, December 14, 2013

The Upstairs - Katalika

           "The Upstairs" memberikan klimaks dua bulan setelahnya. Klimaks itu adalah album keempat "The Upstairs" yang bertajuk "KATALIKA". Resminya album tersebut dirilis tanggal 21 Oktober 2012, bertepatan dengan ulang tahun "The Upstairs" yang kesebelas.
Album ini adalah titik balik dari "The Upstairs". Mereka coba raih kembali eksistensi setelah masa hibernasi yang panjang. Album yang diproduksi oleh sang drummer "The Upstairs", Beni, ini menunjukkan pendewasaan dibandingkan tiga album sebelumnya. Tanpa menghilangkan nuansa new wave, hanya saja aransemen musik mereka jauh lebih matang.

Thursday, November 7, 2013

Andra and The Backbone - Victory

Andra and The Backbone resmi merilis album mereka yang terbaru di bawah naungan label Universal Music Indonesia dan juga yang pertama dijual melalui Texas Chicken via Bermuda Music. Di album kelima ini terdapat 10 lagu yang bisa dinikmati oleh pecinta musik tanah air.

Alhasil, album tersebut memuat lima lagu baru atas permintaan Universal dan lima lagu lama atas permintaan Texas. Langkah tersebut membuat hadirnya rasa pengulangan karena album studio ketiga mereka, Love, Faith & Hope, juga terdiri dari lima lagu baru dan lima lagu lama, namun dibawakan secara akustik. Ada pun lima lagu lama Andra and the Backbone pada "Victory" adalah “Musnah”, “Sempurna”, “Main Hati”, “Tak Ada yang Bisa”, dan “Hitamku”.

Lagu-lagu tersohor mereka yang seakan dijadikan umpan untuk menggiring khalayak dalam membeli album ini. Sementara itu, lima lagu baru Andra and the Backbone pada "Victory" mencakup lagu berjudul sama dengan tajuk album yang dijadikan pembuka album. Dengan bahasa Inggris, lirik “Victory” bertema soal sikap pantang menyerah; membuat lagu ini, juga karena aransemennya yang membangun, layak diputar untuk ajang berbau olah raga—RCTI menggunakannya saat Arsenal menyambangi Jakarta—dan, sayangnya, menjadi satu-sa-tunya lagu baru Andra and the Backbone yang menonjol pada album.

Bahkan “Lebih dari Siapa Pun” yang ditunjuk sebagai single merupakan nomor menjemukan dengan warna datar dan lirik umum, seperti pada refrain: “Tapi percayalah bahwa hati ini/Hanya untuk kamu/Hanya untuk hatimu/Tak kan ada ruang untuk hati yang lain.” Lagu “Hikayat Cinta” memiliki alur fluktuatif, dalam artian positif, namun lirik yang tidak impresif (“Daun pun jatuh/Seperti air mata/Yang dulu pernah meleleh di pipimu”).

Lirik memang bukanlah kekuatan terbesar Andra and the Backbone sejak awal, namun standarnya seolah diturunkan lagi lewat album ini. Keputusan band untuk jadi lebih minimalis lewat lagu-lagu baru—perhatikan berkurangnya penggunaan distorsi pada gitar—ternyata tidak berbuah manis.

Wednesday, October 30, 2013

Samsons - Perihal Besar

Vakum selama sekitar tiga tahun, tentu membuat para personel Samsons 'gatal' untuk berkarya lagi. Setelah menemukan vokalis barunya, Samsons pun tancap gas, dan siap merilis album barunya.

Album bertajuk "Perihal Besar" album ini menggambarkan hal-hal besar yang terjadi di diri Samsons, terutama soal pergantian vokalis.

Dengan pengerjaan hampir 1,5 tahun, Samsons berjanji menyajikan konsep dan nuansa yang berbeda di album kali ini. Salah satunya adalah dua lagu bertemakan kritik sosial berjudul 'Transformator' dan 'Indonesia Bersatulah'.

"Album ini mengalami pendewasaan di tiap lini ptoduksinya. Termasuk lagu-lagu kritik sosial yang nggak pernah ada di album Samsons sebelumnya,"

Samsons sendiri baru saja mengumumkan perihal vokalis baru mereka bernama Aria Dinata. Pemilihan vokalis ini dilakukan Samsons melalui audisi tertutup pada bulan Oktober 2011.

Tidak hanya fresh mengenai formasi terbarunya, grup musik Samsons juga merilis logo terbaru band mereka. Terlihat cukup berbeda dari logo sebelumnya, kali logo Samsons lebih terlihat sebagai burung garuda.

Thursday, October 24, 2013

Godbless - 18 Greatest Hits Of Godbless

Berdiri di era tahun 1970 an dengan nama Crazy Wheels, beranggotakan : Ahmad Albar (Vocal), Ludwig Lemans (Gitar), Donny Fattah (Bass), Fuad Hassan (Drum).Kemudian pada tanggal 5 Mei 1973 group ini mengubah namanya menjadi God Bless.Beberapa album yang dikeluarkan group band ini yaitu : God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), Apa Kabar (1997), dan 36 Th (2009).Selain itu mereka juga rekaman dalam album kompilasi yaitu : The Story Of Good Bless (1990), 18 Greates Hits of God Bless (1992), dan The Greates Slow Hits (1999).

18 Greatest Hits of God Bless adalah album kompilasi kedua oleh grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1992 dengan label Logiss Record dan dikemas dalam dua keping CD.

Album kompilasi ini memuat 3 lagu yang berasal dari album Cermin yang dapat mengurangi rasa penasaran sebagian penggemar God Bless karena album tersebut belum pernah dirilis ulang.

Dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone Indonesia bulan Mei 2009, Donny Fattah dan Ian Antono menyatakan bahwa album kompilasi ini dirilis tanpa izin karena dirilis di luar kontrak antara God Bless dan Logiss Record.